Semarang Urban Legend (2) : Terowongan Mistis Bendan Nduwur

 Mediajateng.net– Bagi anda yang pernah melintasi terowongan di kawasan Bendan nduwur Sampangan, aroma mistis sudah terasa dari kejauhan. Di atas terowongan yang dibangun sekitar tahun 80 an ini merupakan Jalan tol yang menghubungkan Krapyak – Jatingaleh.

Banyak cerita misteri dan kadang tak logis yang pernah terjadi di sekitar trowongan yang menghubungkan Kampus Stikubank – Ikip Veteran – STIK – Unika. Seperti peristiwa penemuan Mayat ditengah terowongan yang diduga korban pembunuhan,  dan yang paling menghebohkan adalah di tahun 1989 ketika sepasang muda mudi harus dilarikan ke Rumah Sakit karena “gantet” saat sedang berhubungan intim di semak-semak kawasan tersebut.

Atau cerita dari Agus warga karangrejo, suatu malam dirinya pulang kerja dari kawasan Sampangan,sekitar pukul 21.00. Biasanya Agus pulang lewat daerah Gunung Talang atau sebelum jembatan menuju Sekaran belok kiri. Namun karena jalan ramai dan cuaca tidak bersahabat agus memutuskan lewat jalan Lamongan Raya naik ke arah Kampus Stikubank. Sesampainya di tanjakan terakhir agus melihat ada seorang wanita separuh baya bersama anak kecil melambaikan tangan tanda menyetop motornya, sambil berteriak ” mas nunut , anaku sakit”, tanpa ragu Agus memberhentikan motor, nampak wajah anak kecil itu pucat, sedangkan wanita yang ada di dekatnya masih muda dan kelihatan cantik, dengan rambut tergerai.

Tanpa curiga sedikit pun agus langsung menyuruh ibu dan anak itu naik motor dan menyelinap diantara mantel hujan yang dikenakannya. Agus pun langsung tancap gas, namun sesampai di tengah terowongan tiba tiba mesin motor agus mati. Desir angin malam dan bau aneh serta suara gonggongan anjing tak henti-hentinya.

 

Saat Agus hendak menengok belakang dan ingin memberitahu ibu muda yang nebeng, tiba-tiba agus dikejutkan dengan hilangnya 2 orang tersebut, belum sempat hilang rasa terkejutnya, agus melihat pemandangan yang mengerikan seorang wanita berada disamping sepeda motornya, wajahnya hancur, bola matanya melotot, sedangkan perutnya mengeluarkan bayi , melihat pemandangan itu agus berusaha lari sekencang kencangnya, tapi agus merasakan bahwa terowongan itu justru semakin memanjang tanpa ujung.

 

Agus tak peduli dan tetap berlari meninggalkan motornya, hingga akhirnya suara panjang perempuan diiringi tawa lepas membuat Agus semakin mempercepat larinya, namun perempuan berambut panjang dengan membawa anak terus mengejarnya. Agus pun akhirnya jatuh pingsan hingga beberapa lama. Agus baru tersadar ketika suara klakson mobil mengagetkannya dari pingsan. Sopir mobil yang mengetahui Agus berada ditengah jalan akhirnya turun dan membantu berdiri dan memapahnya hingga ke tempat motor yang tak jauh dari tempatnya pingsan. Setelah mesin motor hidup Agus langsung melanjutkan pulang tanpa menceritakan kejadian yang baru dialaminya kepada sopir mobil yang baru saja menolongnya, Saat hendak tancap gas Agus sempat melirik mobil yang ternyata bertuliskan “Mobil Jenasah” ( Imam Rahmayadi )

Comments are closed.