Rapat Kerja DPP Gema Rasa, (Gerakan Masyarakat Anti Radikalisme dan Intoleransi Sara)

SURAKARTA, mediajateng.net – Gerakan masyarakat anti radikalisme dan sara (GEMA RASA) Indonesia berbudi pekerti yang menegakkan pancasila, cinta damai, bersatu padu menolak radikalisme isu sara upaya menjaga Bhinneka Tunggal Ika, Pancasila, UUD 1945, dan NKRI.

Ketua DPP Gema Rasa Djodi Wiyono dalam Rapat Kerja I DPP Gema Rasa di HOTEL SAHID JAYA, Jl. Gajah Mada No. 82 Surakarta Minggu 7 Maret 2021, mengatakan saat ini radikalisme agama telah melahirkan sikap ekstrem berupa cara berpikir eksklusif yang mengedepankan “truth claim” sehingga berujung pada sikap intoleran dan hampir di setiap agama ada kelompok-kelompok radikal tersebut. (Minggu 7/3/2021).

“Sikap turunannya berupa merasa menjadi pribadi atau kelompok paling benar, merasa pendapatnya paling baik, merasa agama dan keyakinannya paling menyelamatkan,” katanya.

Oleh karena itulah, pihaknya memandang perlunya logika penyeimbang yang responsif, relevan, dan kokoh di tengah kondisi semacam ini sehingga heterogenitas tidak memicu munculnya konflik dan kekerasan yang dapat berujung pada runtuhnya NKRI.

Pihaknya kemudian menjaring berbagai wacana solusi melalui dialog publik yang menghadirkan 3pembicara yakni Didi Siswapranata (Pembina Gema Rasa); Prof. Ir. Johannes Hutabarat,Msc. Phd. (Penesehat Gema Rasa); Adenk Sudarwanto ( Pembina Gema Rasa). “Mari bersama-sama untuk saling mendukung, saling memberi semangat untuk bangkit bersama, apa yang kita perlukan untuk menghadapi potensi ancaman tersebut adalah kebersamaan, ketika masyarakat berani dan bersatu menjadikan terorisme sebagai musuh bersama, maka kedamaian akan terjamin,” kata Djodi Wiyono ( Ketua Umum ).

Sementara itu dalam sambutan Walikota Surakarta Gibran Rakabuming yang dibacakan Sekretaris Daerah Kota Surakarta Ir. Ahyani M.A menyambut baik pembentukan “Gema Rasa” dan penyelenggaraan raker pertamanya di Solo. Semoga gerakan yang dilakukan organisasi ini berdampak luas bagi upaya menjaga keragaman dan keutuhan kesatuan republik indonesia, (tuturnya)

Sementara itu ketua panitia Yohanes Setiawan, saat di konfirmasi awak media beritaistana.id dirinya menjelaskan harapan saya dan harapan kita semua yang tercakup dalam organisi kita “Gema Rasa” menjadi akan lebih baik dan memberikan kontribusi, sumbangsih yang nyata bagi pemerintahan kita tetap menjaga ke utahan NKRI yang kita cintai, iya mas undangan pagi ini memang kita batasi hanya 50 orang saja karena menjaga penyebaran Covid-19 dalam acara raker kita tetap mematuhi protokol kesehatan sesuai aturan pemerintah, jawabnya.

Sementara itu hal yang sama juga disampaikan ketua bidang cyber anti hoak Gema Rasa DPW Jawa Tengah ( Warsito ) dirinya menegaskan dengan maraknya berita-berita hoak, isu SARA dan penyebaran faham radikalisme di media sosial, dirinya mendukung penuh program pemerintah dan membantu tugas polri untuk melakukan counter terhadap berita hoak isu sara serta penyebaran paham radikalisme di media sosial, kita harus menjaga keutuhan kesatuan republik Indonesia yang berbeda golongan, ras, suku dan agama, tegasnya. (MJ/50)