PDAM Kota Semarang Sambut Kerja Sama Polines–Guizhou, Fokus Perkuat Teknologi Pengolahan Air Limbah

admin
By
admin
3 Min Read

Media Jateng, Semarang – Perumda Air Minum (PDAM) Kota Semarang menyambut positif peluang kerja sama yang dijembatani oleh Politeknik Negeri Semarang (Polines) dengan institusi pendidikan vokasi Guizhou, Tiongkok.

Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat transfer teknologi, khususnya di bidang pengelolaan sumber daya air, pengolahan air limbah, dan pembangkit listrik tenaga air.

Direktur Utama PDAM Kota Semarang, Ady Setiawan menyampaikan bahwa pihaknya diundang Polines dalam rangka pembahasan kerja sama yang melibatkan perguruan tinggi vokasi di Guizhou. Sebelumnya, Polines telah menjalin kerja sama dengan PDAM, dan kini kolaborasi tersebut diperluas melalui kemitraan internasional yang menghubungkan dunia pendidikan dengan dunia industri.

“Pada intinya hari ini kami diundang oleh Polines yang saat ini bekerja sama dengan institusi vokasi di Guizhou, Tiongkok. Kerja sama antara perguruan tinggi dan dunia bisnis ini diaplikasikan melalui kolaborasi tersebut,” ujarnya, Rabu (15/7/2026).

Menurutnya, kerja sama tersebut sangat relevan dengan rencana pengembangan yang tengah dipersiapkan PDAM Kota Semarang. Dalam waktu dekat, PDAM akan mendapat kepercayaan untuk mengelola instalasi pengolahan air limbah (wastewater treatment) serta pengembangan pembangkit listrik tenaga air di kawasan Jatibarang.

“Ini sangat tepat sekali. Kami segera menindaklanjuti kerja sama ini, terutama terkait pengelolaan sumber daya air dan hydropower. Tidak lama lagi kami akan menyusun konsep-konsep kerja sama melalui Polines,” imbuhnya.

Dalam kerja sama tersebut, PDAM akan memperoleh akses terhadap teknologi yang lebih maju dari mitra di Tiongkok. Sebagai bentuk timbal balik, PDAM juga membuka kesempatan magang bagi mahasiswa Polines maupun mahasiswa dari Guizhou untuk mendapatkan pengalaman langsung di industri pengelolaan air.

“Kami akan menyerap teknologi yang ada. Kemudian jika ada program magang industri dari Polines maupun Guizhou, nantinya akan kami tempatkan di PDAM,” ucapnya.

Ia menilai, aspek terpenting dari kerja sama ini adalah transfer teknologi, terutama di bidang pengolahan air limbah yang dinilai masih memerlukan penguatan.

“Yang paling penting justru teknologi yang lebih maju karena terus terang kita masih tertinggal, khususnya dalam pengolahan air limbah,” ungkapnya.

Ke depan, teknologi tersebut diharapkan tidak hanya mampu mengolah limbah menjadi air baku, tetapi juga berpotensi menghasilkan air yang layak diolah menjadi air minum.

“Pengolahan air limbah itu nantinya bisa menjadi air baku, bahkan dapat diolah menjadi air minum,” pungkasnya.(ot/mj)

Share This Article