PBSD UPGRIS Komitmen Lestarikan Budaya Jawa

Media Jateng, Semarang – Program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah (PBSD) Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menggelar ujian praktik kepanata-acaraan, tata rias, dan seni tari, Kamis (5/1/2023).

Kegiatan ini merupakan salah satu ajang untuk memberikan bekal kepada para mahssiawa PBSD sebelum berada di masyarakat. Kegiatan berlansung di kampus IV UPGRIS jalan Gajah Raya Semarang. 

Hadir dalam pembukaan acara Dr Asropah MPd dekan FPBS serta Alfiah MPd ketua program studi PBSD UPGRIS. “Menjadi pranatacara, rupanya tidak sekedar membawakan acara dalam bahasa Jawa. Mereka harus menguasai sejumlah keahlian khusus. Kelayakan mereka pun ditentukan lewat ujian yang memuat tes tulis dan praktik,” ucap Asrofah.

“Kami sangat bangga dengan adanya ujian praktik seperti ini menjadi salah cara melestarikan sebuah tradisi Indonesia khususnya Jawa. Siapa lagi jika bukan para anak muda yang akan melanjutkan atau melestarikan budaya nusantara. Maka dengan kegiatan ini PBSD UPGRIS menjadi teladan bagi masyarakat agar terus didukung kegiatan tradisi seperti ini,” imbuh dekan FPBS UPGRIS.

Alfiah menambahkan tidaklah mudah untuk menjadi pranatacara yang profesional. “Modal fasih dialog berbahasa Jawa saja tidak cukup. Seseorang dituntut kepiawaian berdandan dan memakai baju adat Jawa. Para pembawa acara ritual Jawa itu dituntut untuk menguasai beberapa keahlian pranatacara. Mulai renggeping wicara atau menghafal bahasa Jawa. Hingga, mengucapkan lafal yang benar,” tutur Alfi.

Hadir pula dosen pengampu matakuliah kepenata-acaraan Drs Suyitno MPd dan Nuning Zaidah SPd MA. Dosen matakuliah seni tari Dr Riris Setyo Sundari MPd.

Harapan ujian praktik kepanata-acaraan, tata rias, dan seni tari mahasiswa PBSD FPBS UPGRIS para mahsiswa mampu memiliki keahlian yang cukup agar mampu menjadi generasi muda yang profesional seni tradisi Jawa. (MJ/60)