Ganjar Minta Tidak Ada Ego Wilayah dalam Rawat Pasien Covid-19

Semarang, mediajateng.net – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta semua rumah sakit di zona merah penularan Covid-19, menambah kapasitas tempat tidur rawat. Selain itu, ia meminta agar daerah sekitar mau menerima jika ada pasien rujukan dari daerah lain.
Hal itu dikatakan Ganjar, usai memimpin rapat di Ruang Rapat Gedung A Lantai 2 Kantor Gubernur, Senin (7/6/2021). Menurutnya, di Jateng ada delapan daerah yang menjadi zona merah.

“Dulu (17-23 Mei 2021), kita hanya tiga kabupaten merah di Brebes Kudus dan Sragen. Hari ini sudah bergerombol, Brebes sudah nulari Kabupaten Tegal. Kudus sudah merembet satu kelompok, nampaknya kok terkonfirmasi, Jepara Demak Pati, Grobogan sampai ke Sragen. Jadi Rembang Blora siap-siap, Kota Semarang sudah pasti, Boyolali sampai nanti Solo Karanganyar, mesti siap semua,” paparnya.

Oleh karenanya, Ganjar meminta wilayah-wilayah tersebut, agar menyiapkan tambahan tempat rawat.
Berdasarkan data, keterisian tempat tidur di seluruh Jawa Tengah, mencapai 51,87 persen untuk ruang intensif. Sementara untuk ruang isolasi 58,35 persen di rumah sakit.

“Yang terpakai ICU 597 (tempat tidur) masih tersedia 554 (tempat tidur). Tempat tidur isolasi terpakai 4.541 (tempat tidur) tersedia 3.212 (tempat tidur),” paparnya.
Lebih lanjut, Ganjar meminta pemerintah kabupaten atau kota yang tingkat keterisian tempat rawat lebih dari 50 persen, segera mengambil langkah strategis. Ia ingin, penambahan tempat tidur rawat dan tempat isolasi mandiri.

Selain itu, Gubernur juga minta agar tidak ada ego wilayah, dalam merawat pasien rujukan Covid-19.

“Kabupaten/ Kota tidak boleh inward looking, harus forward looking artinya delokken (lihat) kiri kanan, bahwa mereka juga membutuhkan pertolongan. Jadi nggak boleh egois, kalau di kabupaten/ kota ini ada yang sakit, tidak boleh keluar ya kasihan. Kayak Semarang sudah lakukan itu dan Kabupaten Pati juga sama. Itu bagus ganjaranne (pahala) akeh (banyak),” urainya. (MJ/50)