Media Jateng, Yogyakarta — Udara pagi di Kapanewon Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, terasa berbeda pada pertengahan Agustus 2026 ini. Langkah kaki ratusan warga bergemerincing seiring alunan musik senam pagi, berpadu dengan gelak tawa anak-anak muda yang bersiap mengikuti jalan santai. Di tengah semarak perayaan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia itu, ada satu figur yang paling menyedot perhatian: Coni, maskot ceria milik ICONNET.
Kehadiran Coni bukan sekadar pemanis acara. Di balik kostum ramahnya, tersimpan sebuah misi humanis dari PLN Icon Plus untuk merajut kedekatan yang lebih autentik dengan masyarakat akar rumput.
“Teknologi pada dasarnya hanyalah sebuah sarana. Nilai sebenarnya muncul ketika teknologi mampu membuka akses, menciptakan peluang, dan memberikan manfaat bagi kehidupan manusia,” ungkap Direktur Utama PLN Icon Plus, Chipta Perdana.
Menghidupkan Kembali Ruang Interaksi Langsung
Di era ketika sebagian besar interaksi manusia bermigrasi ke layar gawai, perjumpaan fisik di lapangan terbuka memberikan warna yang dirindukan. Warga Ponjong dari berbagai rentang usia—mulai dari kakek-nenek hingga anak-anak—tumpah ruah dalam satu ruang publik yang cair.
Bagi ICONNET, momentum ini dimanfaatkan bukan untuk memasarkan produk secara kaku, melainkan melebur dalam denyut nadi kehidupan warga. Pendekatan ini diyakini mampu membangun hubungan emosional yang lebih dalam, melampaui sekadar hubungan bisnis penyedia layanan internet.
Suasana semakin meriah ketika panitia mulai membagikan doorprize hiburan. Mulai dari voucer penawaran khusus hingga unit Smart TV dibagikan kepada warga yang antusias mengikuti rangkaian acara, menyulut sorak-sorai dan senyuman di wajah para pemenang.
Mendengar Aspirasi Lewat Kebersamaan
Senada dengan hal tersebut, Senior Manager PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah, Leandra Agung Tri Radi Putra, menegaskan bahwa masyarakat bukanlah sekadar angka statistik pengguna layanan.
“Kami memandang masyarakat bukan hanya sebagai pengguna layanan, tetapi sebagai bagian dari ekosistem yang terus tumbuh bersama kami. Melalui Cerita Kemerdekaan Bersama Coni, kami ingin berbagi kebahagiaan, membangun interaksi, sekaligus memperkuat kedekatan ICONNET dengan masyarakat,” tutur Leandra.
Bagi Leandra, turun langsung ke lapangan memberikan keuntungan ganda: perusahaan dapat mendengar langsung denyut kebutuhan, karakteristik, serta dinamika sosial di tingkat lokal. Umpan balik organik inilah yang kemudian menjadi kompas bagi PLN Icon Plus agar layanannya tetap relevan dengan kebutuhan zaman.
Konektivitas Digital dan Jiwa Kemerdekaan
Transformasi digital yang digeber PLN Icon Plus selama ini sering kali diidentikkan dengan kabel fiber optik, kecepatan internet, dan kecanggihan infrastruktur. Namun, di Ponjong, narasi tersebut menemukan esensi kemanusiaannya.
Konektivitas sejatinya bukan sekadar mengalirkan data, melainkan merajut peluang bagi masyarakat di daerah untuk ikut serta dalam denyut kemajuan bangsa. Semangat kemerdekaan ke-81 ini menjadi pengingat bahwa di balik masifnya arus digitalisasi, hubungan antarmanusia tetap menjadi koneksi yang paling utama.
Dari Ponjong, Gunungkidul, sebuah pesan sederhana bergema: kemerdekaan dirayakan dengan berkumpul, bergerak bersama, dan merawat kebersamaan—sebuah pondasi kokoh bagi