Rembuk Pemuda Jateng: Menyayangkan Mundurnya Saraswati, Anak Muda Kehilangan Sosok Inspiratif di DPR RI

admin
By
admin
4 Min Read

Media Jateng, Jakarta – Masyarakat Indonesia dikejutkan dengan kabar atas mundurnya Anggota Fraksi Gerindra Rahayu Saraswati Djojohadikusumo sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia.

Kabar ini tersiar pasca unggahan di akun instagram pribadinya @rahayusaraswati pada Rabu, 10 September 2025 malam.

“Dengan ini saya menyatakan pengunduran diri saya sebagai anggota DPR RI kepada fraksi Partai Gerindra” sebut Saraswati dalam unggahan di instagram miliknya.

Pengunduran diri Saraswati disebut-sebut ditengarai oleh potongan kalimat yang diserukannya pada suatu podcast yang sudah lampau.

Dan podcast tersebut buming belakangan ini dengan menyebut bahwa dorongan kepada anak muda untuk mencari peluang bisnis daripada bergantung pada lapangan pekerjaan yang disediakan pemerintah.

Sontak, kalimat tersebut menuai kontroversi yang membuat dirinya berbenah sekaligus meminta maaf kepada publik akibat hiruk pikuk yang melukai hati masyarakat di tengah kondisi negara hari ini.

Pemberitaan terhadap mundurnya keponakan Presiden Prabowo Subianto ini menjadi buah bibir di berbagai platform, salah satunya menjadi tranding di aplikasi X dengan kata kunci “Rahayu Saraswati” yang menghasilkan ribuan tweet.

Sorotan dan pujian terhadap dirinya pun salah satunya datang dari Akademisi sekaligus Calon Wakil Presiden Republik Indonesia pada Pemilu 2024 lalu, Prof. Mahfud M.D.

“Yang menyatakan bahwa Rahayu sebagai korban dari situasi politik saat ini yang tidak sepantasnya mengalami kondisi demikian, ” kata Mahfud.

Mahfud menilai Saraswati adalah sosok legislator yang berkualitas dan profesional.

“Karena terjadi badai politik yang menerjang (menghujam) DPR, Saraswati ikut menjadi korban”. Kata Mahfud dalam unggahan tweet-nya di aplikasi X pada Jumat, 12 September 2025.

Pribadi Kak Saraswati dikenal sebagai orang yang memiliki kepedulian terhadap kondisi masyarakat, khususnya perkembangan anak muda Indonesia.

Latar belakangnya yang berasal dari keluarga elit politik tidak membuatnya lupa dan empati terhadap permasalahan anak muda saat ini.

Hal ini dibuktikan dengan dirinya menjadi bagian dari Komisi VII DPR RI yang berfokus terhadap bidang perindustrian, UMKM, ekonomi kreatif, pariwisata dan sarana publikasi.

Dirinya di Komisi VII DPR RI berfokus untuk memperjuangkan persamaan kedudukan gender dan pengembangan industri ekonomi kreatif yang dapat dimanfaatkan oleh anak muda Indonesia

Kepedulian dirinya terhadap anak muda juga dibuktikan dengan menjadi Ketua Dewan Pembina Rembuk Pemuda, sebuah organisasi pemuda yang bertujuan untuk menjadi wadah berembuk untuk saling bertukar pikiran agar menghasilkan gagasan yang berdampak baik terhadap masyarakat dan negara.

Mundurnya Kak Saraswati pun sangat disayangkan oleh berbagai pihak karena kehilangan sosok perwakilan anak muda, salah satunya oleh Koordinator Rembuk Pemuda Jawa Tengah, Naufal Aziz, seorang anak muda berlatar belakang akademis yang berkiprah di dunia politik dan pengembangan anak muda Indonesia.

Bagi dirinya, dampak paling terbesar dari mundurnya Kak Saraswati adalah kehilangan perwakilan generasi anak muda yang dapat berdampak pada pengambilan kebijakan atau pembentukan peraturan oleh lembaga legislatif.

Dimana kedepannya akan semakin besar kemungkinan menihilkan aspirasi dan keberpihakan terhadap anak muda karena semakin sedikitnya anggota dewan dari kalangan tersebut.

Terlebih, Kak Saraswati bukan hanya anggota DPR RI, melainkan simbol atas harapan suara anak muda Indonesia dapat menentukan arah pembangunan dan politik masa depan Indonesia.

Namun Naufal juga mengajak anak muda untuk melihat perspektif yang berbeda atas mundurnya Kak Saraswati. Naufal melihat fenomena ini adalah fenomena sosial politik yang cukup berbeda, tetapi memberikan makna yang cukup mendalam.

Naufal menyampaikan bahwa dari fenomena ini Kak Saraswati memberikan contoh atau teladan tentang etika berpolitik dan tetap kreatif untuk mencari jalan-jalan perjuangan lainnya.

Oleh sebab itu, Naufal menyerukan anak muda untuk semakin mengambil peranan di berbagai sektor dengan mengambil suri tauladan dari Saraswati.

Naufal dan segenap anggota Rembuk Pemuda Jawa Tengah memberikan dukungan moral dan doa kepada Kak Saraswati agar tetap diberikan keteguhan dalam memperjuangkan aspirasi anak muda di kemudian hari.

Share This Article