DEMAK, mediajateng.net – Tatiek Sulistijani Ketua Komisi C DPRD Demak mengadakan reses masa sidang I tahun 2021 di rumah makan Berkah Pawon Wolu, Jalan Lingkar Demak, Sabtu (1/4/2021). Reses diikuti oleh sejumlah kepala desa dan warga dari Dempet, Wonosalam, Demak dan Kebonagung dengan standar protokol kesehatan (prokes).
Reses digelar untuk membuka kran komunikasi sebagai bagian upaya pemulihan kondisi sosial ekonomi bagi masyarakat umum dan para konstituen khususnya. Melalui wadah yang disebut bank aspirasi, anggota Fraksi PDIP DPRD Demak itu bermaksud menjembatani persoalan di masyarakat ke pihak instansi terkait sehingga mendapatkan solusi.
“Masa pandemi bukan alasan bagi kami para wakil rakyat untuk menutup komunikasi dengan konstituen. Justru serap aspirasi menjadi kebutuhan,” kata Mbak Tatik sapaan akrabnya.
Dalam resesnya itu , Mbak Tatiek meminta agar program bedah rumah di Kabupaten Demak mendapatkan dukungan semua pihak sehingga dapat terlaksana dengan baik dan tidak ada lagi rumah warga tidak layak huni yang dibiarkan terbengkalai.
“Bedah rumah di desa desa jangan sampai ada rumah yang tidak layak huni tapi malah tidak mendapatkan program bedah rumah. Di dapil saya harus selesai,tentunya sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata Mbak Tatiek sapaan akrabnya.
Mbak Tatik melanjutkan, sudah menjadi pengetahuan umum bahwa pandemi Covid 19 melemahkan semua sendi ekonomi sosial masyarakat. Bahkan tak sedikit perusahaan besar hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lumpuh dan gulung tikar. Karena itu , upaya pemulihan UMKM harus disegerakan, mengingat UMKM termasuk pengungkit daya beli masyarakat.
“Terkait UMKM ini, DPRD Demak tengah membahasnya dalam raperda kredit usaha rakyat (KUR), yang diharapkan dapat membantu akses modal bagi UMKM,” ujar Mbak Tatiek.
Meskipun urusan KUR masuk ranah perbankan, sambung Mbak tatik, namun setidaknya DPRD Demak berusaha membantu memudahkan akses bagi pelaku UMKM. Termasuk mengusulkan kepada pemkab untuk memberikan subsidi bunga KUR bagi UMKM dari APBD.
“Sebab dengan bunga KUR rendah, diyakini perekonomian rakyat tumbuh menggeliat. Sehingga praktis meningkatkan pula daya beli masyarakat, dan berujung pemulihan ekonomi sosial,” kata Mbak Tatiek.
Setelah reses selesai, acara dilanjutkan dengan buka puasa bersama dan penyerapan aspirasi warga. (mj/60)
