Rukma : Pembelian Kembali Saham Tol Semarang-Solo Harus Dikaji Mendalam

SEMARANG,Mediajateng.net- Menanggapi rencana pembelian kembali Saham Tol Semarang-Solo, Ketua DPRD Jateng, Rukma Setyabudi mengaku bingung, karena dulu saham dijual dengan alasan takut terdelusi tetapi sekarang saham tersebut akan dibeli kembali agar kepemilikan sahamnya menjadi lima persen.

“Saham terdelusi itu kan presentasenya karena tidak setor tambahan modal, sedangkan pihak lain terus menyetor modal. Tetapi jumlah uangnya sebenarnya bertambah terus,” bebernya.

Menurutnya, bagaimana pun tol tersebut merupakan aset milik pemerintah daerah, sehingga pihaknya berhak ikut berpendapat. Sebab, saat penjualan saham 25 persen lalu, untung Rp 270 miliar.

“Sekarang sudah untung tapi kalau buat beli kembali, untung atau rugi. Apalagi beli lagi sekarang, tadi saat saya tanya, harga saham sudah naik sekitar 3,9 persen dari saat dijual kemarin” jelasnya.

Mendapat penjelasan tersebut, Rukma mengaku minta data lengkap rencana pembelian saham tol SS tersebut. Harapannya bisa dilakukan pengkajian terlebih dahulu. Karena dirinya juga merasa janggal, kalau sekarang mau dibeli kembali, kenapa kemarin harus dijual 25 persen.

Sebagaimana diketahui Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng tidak memiliki peran besar dalam pengelolaan ruas jalan tol Semarang-Solo (SS). Pasalnya, Pemprov Jateng yang sebelumnya memiliki saham 26,1%, sekarang tinggal 1,1% setelah melakukan penjualan 25 % saham ruas tol SS sepanjang 72,64 kilometer (km) pada tahun 2105 lalu.(MJ.009)

Comments are closed.