M-Farchan

revitalisasi kota lama

SEMARANG, – Program revitalisasi Kota Lama tahun ini ditindaklanjuti. Sejumlah program telah direncanakan oleh Pemkot Semarang dengan membangun infrastruktur di kawasan tersebut. Demikian disampaikan Kepala Bidang Perencanaan Bappeda Kota Semarang M Farchan di Balaikota, Selasa (26/1). Menurutnya, pihaknya sudah menyiapkan Detail Engineering Design (DED) di tahun 2015 untuk penataan Kawasan Kota Lama (KKL).
“Dari DED tersebut diperoleh data bahwa penanganan infrastruktur KKL butuh sekitar Rp67 miliar,” terangnya.
Farchan menjelaskan, dana sebesar itu akan digunakan untuk peningkatan sarana dan prasarana. Secara rinci, digunakan untuk pembangunan drainase, pemasangan paving dan pembuatan street furniture.
Dananya bisa berasal dari Dirjen Cipta Karya Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Adapun Pemkot Semarang memiliki kewajiban menyusun dokumen Dossier KKL sebagai Kota Pusaka 2020.
“Kota Lama sudah menjadi Kota Pusaka namunbaru sebatas status hukum sedangkan pengakuan secara nasional belum. Kita butuh pengakuan itu untuk diakui Unesco sebagai pengakuan internasional,” katanya.
Ditambahkan, sekurangnya 30 bangunan di Jalan Letjen Suprapto akan direvitalisasi, tujuh di Jalan Mpu Tantular dan enam lainnya di Jalan Merak. Puluhan bangunan tersebut sebagian sudah dimanfaatkan namun sebagian terbengkalai serta dalam kondisi beragam baik rusak maupun dalam kondisi baik.
Adapun langkah awal ini, Bappeda akan menyusun dokumen Dossier KKL untuk diajukan sebagai warisan dunia dalam 3 bulan ini. Selain menyusun dokumen, pihaknya juga akan membentuk tim kerja dan kelompok kerja (pokja) teknis.
“Kami juga menggelar Forum Group Discussion (FGD), seminar tematik untuk menyatukan visi mengenai KKL sebagai Kota Pusaka dan warisan dunia ke Unesco,” pungkasnya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang Masdiana Safitri mengaku mendukung program revitalisasi Kota Lama ini. Salah satu aktivitas yang dilakukan adalah secara kontinyu menggelar berbagai even seni budaya di kawasan ini.
“Kami juga mendorong berbagai komunitas untuk melakukan kegiatan di sini sekaligus meramaikan Kota Lama,” imbuhnya.
Beberapa even yang digelar di sini di antaranya adalah Semarang Night Carnival (SNC) 2015 dan 2016 mendatang. Selain itu ada pula Festival Garuda dan beberapa kegiatan berkesenian lainnya. (sid)

Comments are closed.