Penggiat Wisata: Sebar Salam Semarang!

SEMARANG, Mediajateng.net – Penggiat Wisata Kota Semarang akan mendorong Pemkot Semarang untuk menggunakan salam semarang dalam berbagai even resmi di kota ini.
Penggiat Wisata Gus Wahid mengatakan jika salam ini murni berasal dari ide warga dan dapat menjadi identitas kota yang membanggakan. “Salam Semarang memang tidak akan dapat mengundang wisatawan datang ke sini namun setidaknya kita akan memiliki identitas yang khusus dimiliki yang dapat memancing wisatawan yang penasaran untuk datang,” terangnya.
Dijelaskan, salam dengan mengatupkan jari tengah dengan jempol ini memiliki filosofi kerendahan dan keramahan warga. Selama ini, di Semarang belum memiliki salam khas sehingga Penggiat Wisata akan terus memopulerkan salam ini agar warga dapat ikut merasa memiliki.
Pihaknya juga berharap, Pemkot Semarang dapat memberikan edaran ke setiap hotel, café atau resto dan kantor swasta akan mengucapkan salam tersebut saat menerima pengunjung. Dengan semakin banyaknya elemen masyarakat yang mengucapkannya, dirinya optimis Semarang akan semakin popular karena memiliki identitas khas berbeda dengan kota lain. “Salam ini diinisiasi budayawan Grace W Susanto dimana Penggiat Wisata akan terus mempopulerkannya serta mendorong pemerintah agar melegalkan dan membuat edaran semua warga menyampaikan salam tersebut saat bertemu dengan sesama,” tukasnya.
Gus Wahid menambahkan, selama ini pihaknya sudah mulai mensosialisasikan salam ke berbagai acara yang digagas. Dalam beberapa kegiatan dan pertemuan, salam juag terus digelorakan agar semakin dikenal masyarakat luas.
Kadisbudpar Kota Semarang Masdiana Safitri menilai salam ini sangat unik. Dirinya yakin dengan adanya identitas khas, wisatawan akan semakin terkenang dengan Kota Semarang. “Salah satu poin dalam Sapta Pesona adalah kenangan dimana salam ini diharapkan dapat menjadi kenangan tak terlupakan bagi mereka yang berkunjung ke sini karena belum banyak daerah yang memiliki salam khas,” tuturnya.
Dirinya mendukung jika Penggiat Wisata hendak terus mempopulerkan salam ini. Menurutnya, kekuatan dukungan masyarakat akan lebih kuat mengakar daripada model ketetapan dari pemerintah. “Kalau model bottom up akan lebih mengakar dan warga lebih merasa memiliki. Namun jika ditetapkan pemerintah lebih dulu, kan beda rasanya,” pungkasnya. (Mj-48)

Comments are closed.