Rina Sofi Hidayati, S.Pd.SD

Pembelajaran Home Visit pada Masa Pandemi

Oleh: Rina Sofi Hidayati, S.Pd.SD*)

mediajateng.net – Pandemi Covid-19 yang melanda dunia sekarang ini berdampak besar pada tatanan kehidupan termasuk dalam bidang pendidikan.

Dalam penanganan virus ini, pemerintah memberlakukan banyak upaya untuk memutuskan rantai penularan Covid-19 dengan cara Belajar Dari Rumah (BDR).

Tentu saja dengan kebijakan baru ini siap tidak siap, baik guru, siswa, maupun orang tua harus menerimanya, walaupun timbul dampak di berbagai aspek.

Yang tadinya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berbasis tatap muka di sekolah, sekarang diterapkan KBM berbasis online (daring).

Tetapi metode daring mengalami berbagai hambatan diantaranya tidak tersediany akses internet, kesibukan orang tua, sampai tidak memiliki Handphone android karena faktor ekonomi.

Oleh karena itu, pemerintah mengeluarkan kebijakan bahwa KBM dapat dilakukan melalui tiga metode, yang pertama dengan metode dalam jaringan (daring), yaitu melalui aplikasi seperti WhatsApp, Zoom Meeting, Google Classroom dan lain-lain.

Thorme dalam Kuntarto (2017, hlm. 102) “pembelajaran daring adalah pembelajaran yang menggunakan teknologi multimedia, kelas virtual, CD ROOM, streaming video, pesan suara, email, dan telepon konverensi, teks online animasi, dan video streaming online.

Yang kedua, metode luar jarigan (luring) yaitu diperuntukkan kepada peserta didik dan orang tua yang tidak memiliki Handphone Android, datang ke sekolah untuk mengambil Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).

Ketiga, dengan home visit, yaitu KBM dengan cara mengunjungi salah satu tempat tinggal peserta didik.

SD Negeri 1 Karangtengah Kecamatan Wanayasa Kabupaten Banjarnegara memilih home visit. Karena home visit ke tempat tinggal peserta didik lebih efektif untuk menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar dengan persetujuan beberapa pihak baik orang tua, guru, kepala sekolah maupun komite sekolah.

Selain itu, alternatif ini dilakukan karena sekolah berada di daerah pegunungan yang tidak terlalu bagus kekuatan sinyal jaringannya.

Jadi tidak memungkinkan dilakukan pembelajaran secara online (daring). Home visit adalah salah satu tehnik pengumpulan data dengan jalan mengunjungi rumah peserta didik dan untuk melengkapi data peserta didik yang sudah ada yang diperoleh dengan tehnik lain (WS.Winkel, 1995).

Langkah awal untuk menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar home visit adalah dengan membagi peserta didik ke dalam kelompok berdasarkan kedekatan tempat tinggal anak dengan maksimal 6-8 anak.

Yang kedua, setiap peserta didik mengikuti protokol kesehatan seperti diukur suhu tubuh, memakai masker pelindung wajah atau face shield, cuci tangan pakai sabun pada air mengalir atau memakai handsanitizer dan jaga jarak. Selain itu, guru mendapat tugas dari sekolah.

Home visit per kelompok kegiatan belajar mengajar tiga kali dalam seminggu cukup 1 jam setiap pertemuan. Dengan home visit peserta didik dapat menangkap pembelajaran langsung dari gurunya.

Sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai sesuai dengan harapan. Dengan home visit, peserta didik dapat menangkap pelajaran baik secara visual maupun audio, karena mereka tidak semuanya menguasai salah satu media pembelajaran tersebut. Ada yang harus keduanya, seperti guru menulis dan siswa melihat langsung.

Penulis berharap, metode pembelajaran home visit dapat berkembang di kabupaten Banjarnegara pada masa pandemi Covid-19 ini, agar siswa tetap mendapatkan pendidikan yang layak dan mudah dipahami.***

*)Rina Sofi Hidayati, S.Pd.SD
Pendidik SD Negeri 1 Karangtengah, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah