Hasto-Kristiyanto

PDIP Akan Asah Mental dan Kemampuan Calon Pemimpin

SEMARANG,Mediajateng.net – Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan ingin menunjukkan upayanya yang pro rakyat. salah satunya dengan pelantikan Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) di sela-sela Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Diperluas DPD PDI Perjuangan di Patra Jasa Semarang Convention Hotel, Senin (8/2) kemarin.

Dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto menargetkan keberadaan Baguna sudah tersebar hingga tingkat daerah, minimal Maret mendatang. “Baguna wajib betul-betul dijadikan mesin optimalisasi partai. Sebagai wajah partai dalam hal perjuangan rakyat,” ucapnya.

Dijelaskannya, Baguna yang dibentuk langsung Ketua Generik DPP PDIP Megawati Soekarnoputri ini merupakan wajah partai di tengah rakyat. “Ketika perjuangan di tengah rakyat mulai terkikis PDIP justru ingin tertawa dan menangis bersama rakyat,” imbuhnya.

Pelantikan tersebut dilakukan Ketua DPP PDIP Bidang Kesehatan dan Penanggulangan  Ribka Tjiptaning, disaksikan Wakil Sekjen Ahmad Basarah dan Utut Adiyanto, Ketua DPP PDIP Sri Rahayu dan Hendrawan Supratikno, Kepala Baguna Sadarestuwati, Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng Bambang Wuryanto, serta Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Wagub Heru Sudjatmoko, dan Hasto sendiri.

Selain melantik Baguna, Rakerda Diperluas DPD PDI Perjuangan Jateng ini juga melantik kepengurusan Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) untuk Jateng. Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua BSPN Arif Wibowo.

Dalam kesempatan itu, Hasto juga memberi sedikit bocoran mengenai refleksi pada Pilkada yang digelar Februari 2017 mendatang. Dari tujuh daerah, setidaknya lima daerah menjadi basis merah. Mengenai target prosentase yang diraup, pihaknya  belum bisa bicara banyak.

Saat ini, DPD PDIP Jateng tengah melakukan proses rekrutmen internal hingga akhir Februari. Partai berlogo banteng ini juga akan menjaring rekrutmen dari eksternal, mulai Maret mendatang. Dikatakan Hasto, mereka yang tersaring harus mengikuti pendidikan mental di sekolah pertai agar benar-benar siap menjadi pemimpin.

Di sekolah itu, para calon pemimpin akan diberikan aspek-aspek yang berkaitan dengan pengelolaan pemerintah yang sehat. “Kami menggandeng himpunan ahli psikologi Indonesia dan melibatkan pakar-pakar politik untuk menjadi pengajar dan memberi penilaian atas kualitas calon yang akan diusung PDIP,” paparnya.

Hasto mengaku, meksi sekolah tersebut belum ada fisiknya, tapi secara substansi, sudah siap. “Rencana mau dibangun di Jogjakarta,” pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Ganjar Pranowo lebih banyak bicara mengenai masalah teknis Pilkada. Dia mengaku tidak terlalu ambil pusing mengenai pemilu di dewan atau langsung. Sebab, dua-duanya sudah pernah dijalankan dan masing-masing punya plus minus.

Ketika menggelar keputusan politik tidak langsung, asumsinya hanya masuk di wilayah dewan. Kelebihannya, prosesnya simpel. Tapi masyarakat tidak terlibat secara langsung. Sedangkan kalau dilakukan secara langsung, rakyat benar-benar bisa memilih sesuai hati nurani.

“Lihat saja, calon yang punya duit banyak belum tentu memang. Di Surabaya, yang nggak punya duit malah menang total. Terbayang kalau itu masuk ke DPR, umpama ada partai politik yang tidak dominan, apa bisa menang? Jadi masalah ini harus digodog lebih matang lagi,” pungkasnya. (M.J09)

Comments are closed.