Pajak Kendaraan Bermotor Akan Ditagih Door to Door

SEMARANG,Mediajateng.net –Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah (DPPAD) Jawa Tengah berencana menggandeng seluruh kecamatan di Kota Semarang untuk ikut menagih tunggakan pajak kendaraan bermotor masing-masing warga. Mereka akan door to door untuk mengingatkan setiap warga agar tidak telat membayar pajak.“Kami telah bertemu dengan Penjabat (Pj) Wali Kota Tavip Supriyanto. Beliau setuju bekerjasama dengan kami dalam penanganan piutang pajak,” ucap Kepala DPPAD Jawa Tengah Hendri Santosa.
Teknisnya, DPPAD Jateng akan membentuk tim di tingkat kelurahan. Mereka akan diberikan nama dan alamat yang menunggak pajak. Dari data itu, tim tersebut bergerak door to door untuk menagih tunggakan pajak.“Hanya sebatas sosialisasi dan mengingatkan saja. Belum ada langkah penyitaan,” cetusnya.
Hendri memperkirakan, upaya penagihan door to door ini baru bisa dilaksanakan bulan depan. Sebab, saat ini BPPAD dan Pemerintah Kota Semarang tengah menggodog MoU-nya.
Selain door to door, upaya ada juga sosialisasi yang dilakukan tim DPPAD Jateng di tingkat kecamatan. Nantinya, masing-masing kecamatan bisa menyampaikan ke tingkat kelurahan. Agar lebih efektif sampai ke telinga warga, sosialisasi juga digeber lewat pertemuan RT/RW .
Hendri mejelaskan, sosialisasi di tingkat kecamatan ini tergolong sukes ketika tahap uji coba di Kecamatan Pedurungan, 2015 lalu. Karena itu, tahun ini, pilot project tersebut akan diimplementasikan di seluruh kecamatan di Kota Semarang.“Kebetulan, Kota Semarang merupakan penunggak pajak terbesar di Jawa Tengah. Saat ini tercatat ada tunggakan sekira Rp 135 miliar,” tuturnya.
Ke depan, DPPAD Jateng berencana menggandeng PKK Jateng untuk ikut memberikan sosialisasi program pelunasan piutang pajak ini. Menurut Hendri, PKK tergolong efektif karena bisa merambah hingga level terbawah.“Kan ada Dasawisma di setiap RT. Mungkin cara ini bisa lebih efektif,” pungkas Hendri.(M.J09)

Comments are closed.