tol-ungaran-bawen

Minim Informasi Tol Semarang Batang,Warga Purwoyoso Kebingungan

SEMARANG,Mediajateng.net-Gencarnya pemberitaan terkait rencana realisasi jalan tol Semarang-Batang, yang dilangsir dari daerah yang direncanakan terkena dampak pembangunan, membuat warga Kelurahan Purwoyoso, tanda tanya dan kebingungan.
Irin Susanto, warga Kelurahan Purwoyoso mengaku sejak beberapa waktu lalu mulai menaruh tanya yang didasari kebingungan atas kabar realisasi tol yang akan dilakukan dalam waktu dekat.
Bukan karena tidak setuju atau menolak pembangunan, namun pria yang lahan dan rumah tempat tinggalnya dilakukan pengukuran oleh tim pembangunan tol hingga saat ini belum mengetahui tentang nilai ganti rugi yang akan diberikan.
“Patoknya ada di depan rumah. Tidak saja tahan, tapi tim pengukur sekitar dua tahun lalu juga pernah melakukan pengukuran lahan hingga pengukuran ricikan atau bangunan hingga jenis tanaman yang dimiliki warga,” akunya.
Namun warga yang tempat tinggalnya bakal menjadi akses penyambung exit tol Krapyak dengan tol baru yang akan dibangun belum pernah mendengar kabar terkait harga beli paska kedatangan tim pengadaan tanah (TPT) di permukiman mereka sekitar dua tahun lalu.”tambah Irin.
“Dulu mungkin dua tahun lalu Plt Sekda Kota Semarang Hadi Purwono mengaku akan berkonsultasi dengan pemerintah Provinsi terkait mandegnya rencana pembangunan jalan yang berada tidak jauh dari akses pantura. Tiba-tiba sekarang ada kabar proyek akan direalisasikan kita bingung kok tim dari Kota Semarang tidak ada sosialisasi,” imbuhnya.
Irin Susanto warga Purwoyoso, menambahkan perhitungan rincian meliputi keberadaan sapticktank, sumur, tembok dan tanaman yang tidak bisa dipindahkan pada saat pembangunan dilakukan. “Karena sudah dua tahun diameter pohonnya sudah jadi dua kalilipat apa perhitunganya akan sama kita belum tahu,” tanya salahsatu ketua RW yang mengaku masih belum tentukan tempat tinggal pengganti paska pembangunan tol.
Kebingungan serupa diungkapkan Dartono, warga Purwoyoso itu juga mengaku bingung belum adanya informasi dari Kota Semarang namun pemberitaan di sejumlah media malah lebih gencar muncul dari lintasan jalan tol di luar Semarang.
“Sudah diukur, sudah tidak boleh jual lahan tapi malah minim informasi jadi kita bingung juga,” akunya.MJ070/2

Comments are closed.