Kalangan Ini Menjadi Pelanggar Lalu Lintas Terbanyak

Semarang.Mediajateng.net-Dalam pelaksanaan Operasi Simpatik 2016 yang dilakukan Satuan Lalu-Lintas Kepolisian Resort Kota Besar Semarang (Satlantas Polrestabes Semarang ) yang dimulai dari tanggal 1/3 yang lalu,Karyawan Swasta mendominasi pelanggaran lalu lintas

Kasat Lantas Polrestabes Semarang AKBP Catur Gatot Efendi, mengatakan,dari evaluasi dua hari menjelang berakhirnya Operasi Simpatik hari Senin 21/3 lusa, angka pelanggaran Lalu-lintas masih cukup tinggi. “selama pelaksanaan Operasi Simpatik 2016 ini, karyawan swasta mendominasi pelanggaran dengan jumlah 333 orang, disusul Pelajar dengan jumlah 105 dan Pegawai Negri Sipil (PNS) dengan jumlah 96 orang sedangkan jenis pelanggaran kebanyakan terkait kelengkapan pengendara salah satunya Surat Ijin Mengemudi (SIM), “katanya.

“Jumlah pelanggaran tersebut didapatkan di 3 Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL) yang meliputi Jalan Pahwalan, Pandanaran dan Pemuda yang menjadi prioritas dalam pelaksanaan Operasi Simpatik 2016″ imbuhnya

Selama 19 hari Pelaksanaan Operasi ini kesadaran masayarakat kota Semarang dalam berlalu lintas sudah lumayan baik, namun pihaknya masih akan terus melakukan sosialisasi dan himbauan pasca Operasi Simpatik ini, terutama pada masayarakat yang saat memboncengkan anaknya ke sekolah masih banyak dijumpai yang belum mengenakan helm.

Lebih lanjut AKBP Catur Gatot Efendi menegaskan dalam Evaluasi Operasi Simpatik 2016 ini pihaknya juga sudah melakukan pengamatan ke sejumlah titik kemacetan yang disebabkan oleh Parkir sembarangan ” pelanggaran Parkir di Jalan Pandanaran yang menyebabkan kemacetan menjadi target ke depan. Dan dalam waktu dekat ini kami akan membentuk Tim Urai Kemacetan, dengan jumlah personil 30 Anggota.

Selain Jalan Pandanaran, jalan Sriwijaya dan Majapahit juga menjadi prioritas Jajaranya, “ungkap Alumni Akpol 1999 ini. Khusus Jalan Pahlawan, tepatnya di depan Mapolda Jateng, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk meminjam gedung Rimba Graha sebagai kantong parkir , sehingga dengan adanya tempat parkir tersebut nantinya tidak akan menyebabkan kemacetan. ( MJ.303 )

Comments are closed.