Ini Konsep Pemkot Pekalongan Naikkan Derajat Pasar Tradisonal

PEKALONGAN, Mediajateng.net – Pemerintah Kota Pekalongan bakal menerapkan standar SNI bagi pasar tradisonal. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan daya saing pasar tradisonal dengan pasar modern.
Kepala Disperindagkop dan UMKM Kota Pekalongan, Supriono menuturkan untuk bisa bersaing dengan pasar modern, seluruh pasar rakyat atau pasar tradisional di Kota Pekalongan ditargetkan penerapan SNI. “Hal tersebut dilakukan demi menarik kembali minat dan kepercayaan masyarakat untuk berbelanja di pasar tradisional,” kata dia.
Perkembangan saat ini, lanjut dia, memang menunjukkan bahwa pasar rakyat mulai mendapatkan penetrasi dari pasar modern. “Mereka harus punya fasilitas yang lebih lengkap, nyaman, aman dan lengkap. Poin-poin itulah yang akan digunakan dan diterapkan ke pasar rakyat agar bisa bersaing,” tuturnya.
Sebagai tahap awal, Supriono bersama jajarannya menjadikan Pasar Podosugih sebagai pilot project penerapan standar SNI di pasar rakyat. Dia menungkapkan, ada 44 variabel yang harus dimiliki pasar rakyat sehingga bisa meraih SNI. “Variabelnya banyak, secara garis besar adalah mengenai pengelolaan, kalau item per itemnya sangat rinci,” jelasnya.
Dipilihnya Pasar Podosugih sebagai Pilot Project, kata dia, karena Pasar Podosugih dinilai lebih mudah dalam pengelolaannya. Sebab, pasar yang lokasinya berdekatan dengan Pemkot Pekalongan tersebut memiliki luas yang tidak besar, dan jumlah pedagang yang sedikit. “Kita coba yang kecilga-kecil dulu. Dari situ kami akan coba kembangkan pasar rakyat untuk mendapatkan SNI,” tambahnya.
Menurut Supriono, yang paling pokok adalah pemerintah dapat menjalankan aturan yang sudah disepakati oleh komunitas pedagang. Kemudian aturan tersebut bisa diterapkan dalam menjalankan kegiatan di pasar. “Untuk targetnya, seluruh pasar akan ber SNI selama masa pemerintahan Alex-Sae,” tandasnya. (MJ-16)

Comments are closed.