Ini Komentar Mas Hendi Soal Lokalisasi

SEMARANG, Mediajateng.net – Walikota Semarang Hendrar Prihadi turut bersuara menyikapi kencangnya isu penutupan beberapa lokalisasi di Kota Semarang.

Walikota yang akrab disapa Mas Hendi ini mengungkapkan, adanya isu penutupan SK tidaklah benar. Pasalnya, keberadaan SK masih menjadi tempat untuk memproteksi berkembangnya ‎prostutitusi liar. ‎”Penutupan SK tidak mudah. Selain untuk melokalisir prostitusi keberadaan SK berbeda dengan Taman Kalijodo Resosialisasi Argorejo ada di rumah warga dan bukan di tanah pemerintah,” ungkapnya.

Di Kota Semarang, selain SK, diperbatasan Kota dengan Kabupaten Kendal juga terdapat lokalisasi yang membelah dua wilayah. “Saat ini pemkot juga terus melakukan pembinaan dan memberi pelatihan agar PSK memiliki ketrampilan sehingga bisa beralih profesi,” ungkapnya.

Kegiatan hiburan berlangsung sejak pagi hari. Namun, lokasi yang berada tidak jauh dari Bandara A Yani, Semarang ini mulai ramai setelah pukul 15.00. Dimana, wanita yang bekerja sebagai pemandu karaoke plus mulai muncul dan tongkrongan di depan wisma sembari memanggil pengendara yang melintas.

Sebelumnya, terkait pembongkaran kawasan lokalisasi Kalijodo Jakarta, Ketua Resosialisasi Argorejo, Sunan Kuning, Semarang,‎ Suwandi HS mngungkapkan bahwa pekerja Sek Komersial (PSK) dari Taman Kalijodo, ditolak jika datang untuk bekerja di Semarang. Penolakan dilakukan jika mereka hendak kembali menggeluti dunia prostitusi. “Kita tidak akan terima PSK dari Kalijodo bekerja di sini (Sunan Kuning),” kata dia.

Suwandi menambahkan, di SK, PSK diberi pelatihan ketrampilan khususnya yang terkait dengan wanita. “Kebanyakan kita latih merias, tapi ada juga yang kita latih boga. Ada yang tetap bertahan di SK tapi mereka buka usaha rias tapi ada juga yang keluar,” ungkapnya. (Mj-16AC)

 

Comments are closed.