Ini Data Hasil Operasi Zebra Candi 2016 Polrestabes Semarang

SEMARANG, Mediajateng.net –  8.042 kasus penilangan telah dilakukan pihak Kepolisian Resort Kota Besar Semarang selama Operasi Zebra Candi 2016.

Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Catur Gatot Effendi mengatakan Operasi Zebra Candi yang berlangsung mulai 16 sampai 29 November 2016 telah selesai dilakukan. Secara keseluruhan untuk penindakan pelanggaran mengalami peningkatan sebanyak 40 % dibanding tahun 2015.

“Secara keseluruhan untuk penindakan itu meningkat, data yang ada peningkatan 40 persen. Tilang dari 2015 itu berjumlah 6.015, kemudian 2016 ada 8.042, teguran 2015 sebanyak 2750, sedangkan tahun 2016 tercatat 3.883 kasus,” kata dia.

Sementara itu jenis pelangaran terbanyak yakni marka, rambu dan Traffic light, sebanyak 4.028 dan langsung dilakukan penindakan. Pelanggaran tidak menggunakan helm 2.132, pelanggaran tidak pakai sabuk keselamatan 1.085, pelanggaran melawan arus 927.

“Jenis pelanggaran terbanyak didominasi kendaraan roda dua, baik tilang, himbauan maupun teguran sebanyak 5.599 kasus. Kemudian mobil penumpang 1.376 kasus, bus 721 kasus, mobil barang 706 kasus. Pelanggaran terbanyak profesinya didominasi wiraswasta 4.779 orang, kedua pelajar atau mahasiswa 2.659 orang,” ungkap Catur saat ditemui di Mapolrestabes Semarang Selasa (6/12) siang.

Sedangkan terkait laka lantas, Catur mengklaim pada kasus ini mengalami penurunan. Di tahun 2015 tercatat ada 28 kasus, meninggal dunia 2 kejadian, luka berat 2, luka ringan 25 kejadian. Di tahun 2016 ada 24 kasus, meninggal 2 kejadian, luka berat 2, luka ringan 25 kejadian.

“Kendaraan laka lantas terbanyak didominasi oleh roda dua berjumlah 28 kendaraan roda dua, kendaraan mobil penumpang berjumlah 11 mobil. Kemudian berkaitan pelaku atau profesi swasta 14 orang, pengemudi 4 orang dan pelajar atau mahasiswa 4 orang,” jelasnya.

Tambah Catur, secara keseluruhan kegiatan yang telah dilaksanakan berjalan baik. Ada perubahan di tahun 2015 sampai 2016 baik pelanggaran maupun laka lantas menurun semua.

“Kita juga mohon dukunganya, agar kendaraan roda dua maupun roda empat agar terus mentaati dan tertib berlalulintas agar selalu mengecek sebelum memakai kendaraanya, layak jalan atau tidak baik mobil penumpang maupun umum. Kemudian dicek kembali drivernya, apakah staminanya sudah betul,” katanya.

Pihak  kepolisian juga tidak henti-hentinya untuk melakukan sosialisasi dan mengingatkan kepada pengendara. Seperti halnya kelengkapan surat-surat, juga merupakan sarana pendukung bagi pengemudi kendaraan agar aman selamat dan tidak adanya hambatan atau permasalahan selama dalam perjalanan.

“Jadi untuk mengantisipasi setelah operasi zebra candi ya itu, kita laksanakan sosialisasi secara terus menerus khususnya bukan hanya pelajar dan mahasiswa, instansi perusahaan. Kita meminta waktu untuk melakukan sosialisasi. Ini tindakan preentif sebelum terjadi,” pungkasnya (MJ-303)

Comments are closed.