Guling Solusi Pembelajaran Saat Pandemi

Oleh: Laspitarini Rahmawati, S.Pd*)

mediajateng.net – Menurut UU No. 20 tahun 2003, Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara.

Pemerintah Indonesia telah menetapkan program wajib belajar 9 tahun bagi anak – anak Indonesia. Artinya anak – anak Indonesia berhak untuk memperoleh Pendidikan minimal sampai pada jenjang SMP (Sekolah Menengah Pertama). Sebagai seorang pendidik kita harus mendukung program pemerintah tersebut. Memberikan pelayanan prima dalam dunia pendidikan kepada anak – anak Indonesia.

Pada masa pandemi covid 19 saat ini, dimana seluruh kegiatan belajar mengajar di sekolah dihentikan, dan diganti dengan pembelajaran secara daring, menimbulkan banyak permasalahan di dunia pendidikan.

Bagi peserta didik yang berasal dari keluarga berada atau tinggal didaerah perkotaan, mungkin hal tersebut tidak akan memberikan masalah yang besar, dan mereka akan tetap dapat melakukan pembelajaran secara daring.

Namun, bagi peserta didik yang berasal dari keluarga yang kurang berada atau tinggal di daerah pedesaan akan menimbulkan banyak permasalahan, seperti banyaknya peserta didik yang tidak dapat melaksanakan pembelajaran secara daring.

Peserta didik pada jenjang Sekolah Dasar (SD) yang berada di daerah pedesaan atau pegunungan, dimana banyak dari mereka yang tidak memiliki Handphone (HP) berbasis Android dan sulitnya mencari jaringan internet menjadi salah satu kendala dilaksanakannya pembelajaran daring pada masa pandemi covid 19 ini.

Sebagai seorang pendidik kita harus segera mengambil tindakan untuk memecahkan permasalahan tersebut, agar anak didik kita tetap dapat mendapatkan layanan Pendidikan ditengah kondisi pandemi seperti sekarang ini.

Guling (Guru Keliling) merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh guru untuk memberikan layanan pendidikan kepada peserta didik di daerah pedesaan atau pegunungan. Peserta didik yang memiliki tempat tinggal berdekatan dapat berkumpul di salah satu rumah kemudian guru datang ketempat tersebut untuk memberi pembelajaran kepada peserta didik.

Dalam melakukan kegiatan belajar mengajar guru dan peserta didik harus tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Sebelum melakukan kegiatan pembelajaran guru dan peserta didik harus cuci tangan dengan sabun terlebih dahulu.

Satu kelompok belajar maksimal terdiri dari 5 peserta didik sehingga peserta didik tetap dapat menjaga jarak pada saat pembelajaran berlangsung. Selain itu, selama proses pembelajaran guru dan murid harus tetap menggunakan masker.

Setelah melakukan pembelajaran, guru memberikan tugas mandiri sesuai materi yang telah diajarkan kepada peserta didik untuk dikerjakan pada hari berikutnya. Tugas tersebut akan dikumpulkan kepada guru pada saat kegiatan guling berikutnya.

Setiap satu kelompok belajar mendapatkan waktu pertemuan guling sebanyak 2 sampai 3 kali dalam seminggu tergantung banyaknya peserta didik di daam kelas.

Tentu waktu pembelajaran ini sangat kurang jika dibandingkan dengan pembelajaran pada hari – hari normal biasanya. Namun, karena kita sedang pada masa pandemi seperti sekarang ini kegiatan guling dapat dijadikan salah satu alternatif bagi guru agar tetap dapat memberikan pembelajaran kepada peserta didiknya.

Terutama bagi guru dan peserta didik yang berada didaerah pedesaan atau pegunungan. Sehingga peserta didik tetap dapat memperoleh layanan pendidikan ditengah – tengah pandemi covid 19 ini, tanpa harus memaksakan diri untuk membeli HP berbasis Android atau membeli paket data agar dapat tersambung ke Internet.

*)Laspitarini Rahmawati, S.Pd
Pendidik SD Negeri Metawana, Kecamatan Pagentan, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah