Glaukoma Bisa Menyerang Pada Usia Belia

SEMARANG,MediaJateng.net – Biasanya penderita glaukoma didominasi oleh mereka yang berusia diatas 40 tahun. Namun belakangan ini kalangan usia muda pun menerita glaukoma, bahkan anak-anak menjadi penderita penyakit ini.

Ketua Perhimpunan Dokter Specialis Mata Indonesia (PERDAMI) Jateng, dr. Inakawati, MSi Med SpM(K) disela peringatan World Gloucoma Week 2016 RSUP Dr. Kariadi, mengatakan jika saat ini. Semakin tinggi usia seseorang, maka semakin mudah terserang. ” Tapi, baru baru ini terungkap, usia belia pun beresiko terkena penyakit penyebab kebutaan nomor 2 setelah katarak itu, termasuk bayi dan anak anak,” jelasnya kemarin.

Glaukoma atau penyakit mata yang disebabkan takanan pada bola mata yang tinggi atau lebih dari 21 mmHg. Penyakit ini bisa menyerang bayi ketika dalam kandungan terinfeksi virus tokso rubella. ” Gejalanya pada bayi seperti mata terus berair, takut melihat sinar, bola matanya sangat besar dan tekanan bola matanya naik,” tukasnya.

Menurut dirinya, glaukoma pada bayi bisa disembuhkan dengan cara operasi. Bayi usia 1 bulan bisa manjalani operasi. Walaupun begitu dengan menjalani operasi tidak bisa menyembuhkan penyakit ini.” Operasi hanya bisa mengendalikan glaukoma agar tidak semakin parah. Mengingat pada kondisi parah, glaukoma bisa mengakibatkan kebutaan,” terangnya.

Glaukoma bisa menyebabkan kebutaan permanen sehingga perlu dideteksi sedini mungkin. Dengan terapi, penderita glaukoma akan menghambat hilangnya penglihatan lebih lanjut, sehingga kondisinya takkan memburuk. ” Tujuan terapi adalah mencegah permulaan hilangnya penglihatan atau menghentikan pengembangannya,” katanya.

Sementara itu dr. Fifin L. Rahmi SpM(K) menambahkan, pada orang dewasa berisiko terserang glaukoma dengan usias diatas 40 tahun, riwayat penyakit gula atau kencing manis, tekanan darah tinggi, mata minus, mata plus, dan punya riwayat keluarga penderita glaukoma. ” glaukoma pada orang dewasa dibagi menjadi glaukoma akut dan kronis. Pada glaukoma akut tekanan pda bola mata akan naik hingga 50-60 mmHg,” tambahnya.

Glaukoma kronis lebih menyerang secara perlahan, sehingga pasien tidak menyadari penglihatannya akan hilang sedikit demi sedikit dan tidak bisa melihat ke arah samping hanya bisa melihat ke depan, minus bertambah sangat cepat. ” Kalau orang dewasa, pengobatannya tergantung dari tingkat penyakitnya. Kalau taraf ringan bisa diatasi dengan minum obat. Sementara pada kondisi berat bisa dengan laser dan operasi,”tutupnya. (MJ.069)

Comments are closed.