Ganjar Dihabisi Marwoto?

SEMARANG, Mediajateng.netGanjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah, kembali naik panggung Wayang Orang Ngesti Pandawa. Di hadapan ratusan penonton, Ganjar memerankan Hyang Wenang, tokoh sentral dalam lakon “Semar Mbangun Kahyangan” di Gedung Ki Narto Sabdho, Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Semarang, Sabtu (27/2) malam pekan lalu.

Dalam Kolaborasi pementasan wayang orang setiap akhir tersebut, selain Gubernur juga dihadiri Sri Puryono Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah yang memerankan tokoh Prabu Kresna. Penampilan dua pejabat teras Jateng tersebut ditambah gayeng dengan hadirnya pelawak senior dan juga dikenal sebagai tokoh penggiat pewayangan, Marwoto asal Jogjakarta.

“Semar Mbangun Kayangan” lakon pentas wayang orang pakem yang mempunyai inti sari cerita Bahwa kedamian, saling menghargai dan rembug menuju gayeng tidak perlu dengan kekerasan dapat menjadikan sebuah kerajaan (Negara) lebih tentram, makmur dan hidup rukun antar warganya

Meski pakem dalam alur cerita yang dimainkan, namun humor cerdas yang mengajak masyarakat mencintai seni & budaya warisan nenek moyang itu, juga terlihat pada setiap adegan cerita yang dimainkan. Terlebih pada saat adegan dialog antara Hyang Wenang (Ganjar Pranowo) dengan Gareng ( Marwoto) salah satu anak Ki Semar yang dikenal sebagai punokawan itu terlihat lucu dan menarik, memicu gelak tawa ratusan penonton yang datang.

Selain pementasan wayang orang yang disambut antusias ratusan penonton hingga acara purna tersebut, ditengah cerita yang dimainkan, Ngesti Pandowo sebagai wadah insan seni & budaya khususnya seni Wayang Orang, juga meluncurkan tiket terusan nonton rutin pementasan wayang orang setiap pekan yang diberikan secara simbolis kepada Gubernur Jawa Tengah.

Seperti yang dijelaskan Sinung Nugroho, Kepala Biro Humas Provinsi Jawa Tengah, bahwa tiket terusan yang diluncurkan pada saat pementasan wayang orang tersebut, sebagai cara untuk meningkatkan gairah masyarakat lebih mencintai seni & budaya khususnya wayang orang. “Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendukung apa yang saja yang akan dilakukan Ngesti Pandowo serta insan seni & budaya yang berkaitan dengan kemajuan dan pengembangan seni & budaya di Semarang dan Jawa Tengah, Tiket terusan dengan nilai Rp.150.000,- untuk sepuluh kali nonton wayang, yang digagas Ngesti Pandowo dan Provinsi Jawa tengah ini sebagai cara untuk memicu gairah masyarakat luas lebih mencintai seni & budaya dengan cara menonton langsung khususnya pementasan wayang orang, “ jelasnya.

Sinung juga mengatakan, dengan mendapatkan harga tiket 150 ribu di sekretariat Negsti Pandowo gedung Ki Narto Sabdho TBRS Semarang, selain dapat menonton pertunjukan wayang orang sepuluh kali setiap pekan itu, penonton juga berhak mendapat doorpres undian berhadiah sepeda motor melalui bukti tiket yang sudah dipakai. “Semoga ini menjadi rangsangan yang positif untuk membangkitkan minat masyarakat luas untuk menonton langsung wayang orang, “tandasnya. (MJ-Fwap)

Comments are closed.