Ganjar Bakal Boyong Benda Sejarah Jateng di Museum Belanda

SEMARANG, Mediajateng.net – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bertekat mengembalikan benda-benda bersejarah koleksi Museum Bronbeek Belanda yang diangkut dari Jawa Tengah pada masa penjajahan. Saat ini Pemerintah Provinsi Jawa Tengah masih menunggu jawaban dari pihak museum yang berada di bawah kelola Kementerian Pertahanan Belanda tersebut.
Ganjar menjelaskan pada September 2015 silam, dirinya ditemani Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jateng Prasetyo Aribowo, Biro Otonomi Daerah dan Kerjasama Setda Provinsi Jateng, serta perwakilan dari Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk Belanda , mendatangi Museum Bronbeek Belanda. “Kami sudah mendatangani langsung sumbernya di Belanda. Kebetulan diizinkan melihat semua benda-benda dari Indonesia, tidak banyak orang yang diizinkan melihat,” kataGanjar.
Beberapa benda dan teks dari Indonesia tersebut, di antaranya terdapat puluhan keris, lukisan asli Raden Saleh, koin, baju adat, buku kumpulan surat yang ditulis Raden Ajeng Kartini berjudul ‘Door Duisternis tot Licht’, dan lainnya. “Keris ada puluhan. Tapi disimpan di laci dengan bagus. Kondisinya juga baik, suhunya juga diatur. Masuk ke situ kita harus steril, pakai topi, pakai plastik dan sepatu khusus. Selama ini pengelolaan mereka memang sangat canggih dan betul-betul dipelihara dan diproteksi,” imbuh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jateng Prasetyo Wibowo.
Saat itu, lanjutnya, Pemprov Jateng melalui Gubernur sudah menyampaikan ke pengelola museum agar berbagai hal yang terkait Jateng dapat dikembalikan ke Indonesia. Namun pihak pengelola museum militer tersebut masih akan melaporkan ke pimpinan yakni Menteri Pertahanan Belanda “Kami sudah menindaklanjuti dengan mengirim surat. Tapi sampai sekarang belum ada jawaban,” pungkasnya. (MJ-058)

Comments are closed.