Duh! Rusunawa Kudu Belum Teraliri Listrik dan Air

SEMARANG, Mediajateng.net – Berbagai persoalan menimpa Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Kudu. Dari belum adanya aliran listrik sampai lantai yang sudah pecah. Tidak mengherankan, dari empat blok Rusunawa, hanya satu yang sudah terisi.
Dengan belum mengalirnya listrik, otomatis suplai air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Moedal tidak bisa dijangkau. Penghuni Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Kudu, Genuk yang sudah memiliki hak masih enggan menempati rumah megah yang disediakan pemerintah tersebut.
Permasalahan air, sebabkan warga yang tinggal hanya berjarak sekitar dua kilometer dari instalasi pengolahan air (IPA) terbesar milik PDAM Tirta Moedal terganggu. “Ada empat blok Rusunawa yang siap dihuni. Tapi, hanya blok A yang sudah cukup baik teraliri air PDAM. Tapi blok B, C dan D belum mendapat aliran air PDAM. Warga memilih menunda pindah ke Rusunawa,” keluh Nasokha, perwakilan warga Rusunawa Kudu.
Nasokha menjelaskan, permasalahan utama dirasakan bagi 12 warga Tambakrejo, Semarang Utara yang seharusnya segera pindah ke Rusunawa lantaran rumahnya terkena proyek Kampung Bahari, yang juga proyek milik Pemkot Semarang. “Jika rumahnya sudah digusur tapi Rusun yang akan digunakan untuk pindah belum ada air, belum ada listrik dan lantai juga rusak tentu warga belum bisa pindah,” tambahnya.
Dari pantauan, Rusunawa yang sempat mangkrak dua tahun itu tidak ada aliran air PDAM dan listrik. Selain itu, dinding tembok dan lantai juga sudah pecah kendati pembangunan belum lama diselesaikan.
Namun begitu, bangunan empat lantai tersebut ketika dilihat dari luar nampak sangat bagus. Dengan paduan cat warna biru dan hijau, gedung yang bisa menampung sekira 800 kepala keluarga tersebut, diharapkan memanfaatkan anggaran dari pemerintah pusat.

Comments are closed.