Dua Kartini dari Semarang

SEMARANG, Mediajateng.net – Peringatan Hari Kartini tahun ini terasa istimewa bagi Rafidah Helmi dan Naniek Widyaningrum. Mereka meraih penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid), Kamis (21/4) siang di Kampoeng Semarang. Keduanya dianggap sebagai wanita berdedikasi tinggi terhadap kemajuan intelektualitas.
Rafidah Helmi mendapatkan penghargaan sarjana kedokteran termuda se-Indonesia dari Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang. Dia tercatat berusia 17 tahun 8 bulan atau setara dengan kelas XII SMA atau maksimal kuliah semester I. Dia menyelesaikan sarjana kedokteran selama 3,5 tahun dengan IPK 3,26.
Sementara itu, Naniek Widyaningrum mendapatkan penghargaan karena dia tercatat sebagai doktor termuda di Farmasi UGM dengan usia 30 tahun. Naniek menyelesaikan program doktoralnya dalam waktu 2 tahun 7 bulan dengan predikat Cumlaode. “Keduanya berhasil membuktikan bahwa wanita juga mampu berprestasi. Rafidah Helmi menyandang gelar sarjana kedokteran termuda, sementara Naniek mendapatkan penghargaan doktor termuda,” kata Direktur Leprid, Paulus Pangka.
Khusus untuk Naniek, juga berhasil menerbitkan tiga jurnal bereputasi internasional. Dia mengeluarkan tiga jurnal yang berjudul Stability of Epigallocatechingallate (EGCG) from Green Tea (Camellia sinensis L) and its Antibacterial Activity Against Staphylococcus epidermidis ATCC35984 and Propionibacterium acnes ATCC 6919, Buffer and Emulsifier Optimization in Cream With its Antibacterial Activity and Sensitivity, dan The Effect of Altitude Against Total Phenolic and EpigallocatechinGallate (EGCG) Content in Green Tea Leaves. “Atas terbitnya Jurnal Internasional itu, Naniek tidak harus menggelar ujian terbuka untuk meraih gelar doktornya. Kedua wanita ini telah kami catat bisa menorehkan prestasi di bidang pendidikan,” ungkapnya.
Sementara itu, Rafidah Helmi usai mendapatkan penghargaan mengatakan jika dirinya ingin berkonsentrasi melanjutkan studinya yakni menjadi Koas. Ia belum memikirkan dimana tempat praktiknya, namun ia memastikan akan tetap tinggal di Semarang. “Mau ke Koas dulu, InsyaAllah nanti lanjut lagi (kuliah lagi,red). Koasnya mau di Semarang saja, tapi belum tau rumah sakit mana,” kata dia. (069)

Comments are closed.