Disperindag Sidak SPBU Jateng Wilayah Timur

SURAKARTA, Mediajateng.net – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Tengah kembali menggelar inspeksi mendadak terkait kelayakan alat ukur milik sejumlah pelaku usaha disejumlah tempat di wilayah Surakarta.
Pengawasan dengan cara memeriksa dan melakukan pengujian langsung alat ukur di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Pengujian, dilakukan untuk meminimalisasi sekaligus pecegahan terhadap pratek kecurangan yang dilakukan pengusaha nakal. “Pengujian alat ukur, dilakukan guna memberikan perlindungan terhadap konsumen. Dengan pengujian, diharapkan konsumen bisa mendapatkan barang sesuai dengan ukuran yang dibayar,” ungkap, Amir Faisal Staf Seksi Pengawasan Kemetrologian Dinas Perindustrian Provinsi Jawa Tengah, kemarin.
Pengawasan pada alat ukur atau di kenal dengan metrologi oleh Disperindag Provinsi Jawa Tengah, dilakukan secara acak. Dengan begitu, tidak saja volume bahan bakar bauik premium, solar maupun pertamax hingga petraline petugas juga memastikan kelayakan alat ukur yang digunakan.
tidak saja di Solo raya, pemeriksaan juga dilakukan di SPBU di Cawas, Klaten. Dari pemeriksaan diketahui jika posisi takaran yang diberlakukan masih dalam ambang toleransi yakni 100 mili liter per 20 liter.
Selain itu, petugas juga melakukan pantauan terhadap masa berlaku tera. Tidak saja melihat dari luar, namun pengecekan dari ketepatan volumen BBM yang dikeluarkan dalam alat ukur khusus juga dilakukan.
Amir Faisal menambahkan, tidak saja meminta petugas memastikan ukuran atau timbang, namun petugas penjaga SPBU juga diminta mebuka nosel pengisian bahan bakar untuk memastikan segel yang terpasang tidak dalam kondisi rusak. Jika ditemukan terjadi kerusakan, maka SPBU diminta menghentikan kegiatan dan melakukan perbaikan sehingga tidak merugikan konsumen.
Inspeksi mendadak, dilakukan terkait kelayakan alat ukur di sejumlah tempat di wilayah timur Provinsi Jawa Tengah tersebut. Dengan begitu, kepastian alat ukur bisa dirasakan di seluruh wilayah Jawa Tengah. “Kita memastikan agar konsumen tidak di rugikan. Inspeksi mendadak ini juga untuk memberikan perlindungan terhadap konsumen,” ungkapnya. (MJ-73)

Comments are closed.