Bisnis Ayam Pedaging Sangat Menjanjikan

Menjalani bisnis peternakan ayam terutama pedaging harus pintar melihat peluang di dalam perekonomian sulit saat ini. Dengan sistim pembesaran tertentu usaha peternakan tersebut masih sangat besar peluangnya.

Diungkapkan HM Supito, pelaku usaha bidang peternakan yang berpusat di Pati ini mengungkapkan jika usaha  ayam  pedaging yang dijalaninya berkembang pesat dan membuka lowongan bagi warga sekitar. Kunci kesuksesan usahanya adalah pemenuhan market pasar pedaging bagi warga menjadi salah satu tujuan utama.

Supito menambahkan, bukan saja usaha pangan yang saat ini pasarnya nyaris tidak pernah menemukan jalan buntu.

“Jika dihitung memang kebutuhan daging sangat tinggi. Jika dihitung kisaran menyembelih 4 ribu ayam per jam untuk memenuhi kebutuhan pasar di wilayah Bandung, Bogor, dan Jakarta, ujarnya saat ditemui wartawan mediajateng.net, Rabu (10/2).

Tidak saja di Pati, Supito juga memiliki tempat pemotongan ayam di bilangan Cibubur. “Sejak 2010 bisnis ayam dan migas menjadi kesibukan. Terutama ayam karena ini terkait kebutuhan pangan. Setiap jam, karyawan harus mengurus sekitar 8 ton daging ayam yang harus disembelih dan dibersihkan,” tambah pria yang juga dikenal dengan panggilan Supito ayam karena bisnis yang digelutinya.

Selain dari peternak, ayam-ayam yang disembelih itu juga dari hasil panen dua peternakan ayam di Pati dan Subang. “Masing-masing berkapasitas sekitar 20 ribu ayam,” tutur pria kelahiran Pati, 4 April 1960 ini.

Supito menggunakan sistem peternakan berkonsep closed house. Jadi, kandang ayamnya tertutup, dengan dilengkapi air conditioner (AC). Selain untuk mempercepat masa panen, sistem ini juga tidak menimbukkan bau tak sedap yang dihasilkan dari kotoran ayam. M.J070/2

 

 

Comments are closed.