stempel palsu1

Bermodal Surat Palsu, Tipu Puluhan Warga

SEMARANG,Mediajateng.net – Modus penipuan makin beragam. Tidak saja melalui SMS atau telepon, namun ada juga yang nekat mengedarkan surat palsu untuk meminta sumbangan kepada warga.

Tindakan nekat ini dilakukan Putut Yulianto alias Pi’i (41) warga desa Tambakroto, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak.Pria yang mengaku tidak memiliki pekerjaan tersebut, menyebarkan puluhan surat dengan kop surat berlogo pemerintah Kota Semarang berstempel Kepala Kelurahan guna menipu  warga.

Berdalih akan melakukan kegiatan, tersangka Putut yang sudah memalsukan beberapa stempel karang taruna dan Kelurahan nekat keliling ke rumah warga secara door to door guna meminta uang sumbangan. Alhasil karena perbuatan nekatnya, tersangka saat ini harus mendekam di sel Polsek Semarnag Tengah.

Dalam gelar kasus, rabu (10/2), tersangka Putut mengaku, mendapat ide sebarkan surat palsu untuk meminta sumbangan setelah dirinya mendapat selebaran dari salah satu kelurahan. “Lihat selebaran 17-an dari Kelurahan muncul ide buat stempel palsu untuk minta sumbangan,” aku Putut.

 

Tersangka mengaku, dari puluhan surat yang disebar, disela menunggu kepulangan sang istri dari kerja di pabrik tersangka bisa mengumpulkan dana hingga ratusan ribu rupiah per bulannya . Tidak saja di Kelurahan Brumbungan, Kecamatan Semarang Tengah namun penipuan juga dilakukan di  daerah Jatingaleh dan Banyumanik. “Ada yang beri bantuan Rp 10.000, ada yang beri Rp 50.000 dan ada yang beri Rp 100.000. Jika ditotal sebulan dapat Rp 800.000,” tuturnya.

Penangkapan dilakukan tim gabungan dari Babinsa, Babinkamtibmas dan pihak Kelurahan Brumbungan. Bahkan, saat berusaha menangkap tersangka. Serda Mintono, Babinsa kelurahan Brumbungan harus tarik menarik dengan tersangka yang berusaha melarikan diri.

“Kami nyanggong sejak jam 11 seperti yang dijanjikan tersangka. Setelah menunggu 15 menit, bel rumah baru berbunyi dan tersangka ditemui oleh pembantu korban,” ungkapnya.

Awalnya, tersangka hendak diajak masuk ke dalam rumah namun negosiasi tidak berhasil sehingga tersangka hendak melarikan diri. Menyadari tersangka hendak melarikan diri, maka Serda Mintono mengejar keluar dan menarik kendaraan tersangka. “Karena berusaha lari motor saya tarik kemudian kunci saya ambil agar dia tidak bisa lari dengan sepeda motornya,” ungkapnya.

Atas tindakannya, tersangka dijerat pasal 263 ayat 1 dan 2 KUH Pidana juncto pasal 53. Tersangka ditahan karena membuat surat palsu atau memalsukan surat yang menerbitkan sesuatu hak dengan maksud untuk memakai surat itu seolah-olah asli dengan ancaman penjara selama enam tahun.

“Saat ini tersangka masih meringkuk di sel tahanan Polsek Semarang Tengah,” ungkap Kapolsek Semarang Tengah Kompol Ifan Taufik.(M.J070)

Comments are closed.