Amankan Jalur KA, PT KAI Operasi Lori

GROBOGAN, Mediajateng.net – Warga Desa Sugihmanik, Kecamatan Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan tidak lagi bisa memanfaatkan jalur rel kereta api sebagai sarana untuk mengangkut hasil panen.
Pasalnya, puluhan lori hasil kreasi mereka dikosek petugas gabungan PT KAI Daop IV Semarang. Hingga Senin (4/4) lori sitaan disimpan di gudang Stasiun Kedungjati.
Gatut Sutyatmoko, Manager Humas Daop IV mengungkapkan, guna mengantisipasi gangguan-gangguan perjalanan KA serta mewujudkan perjalanan KA yang aman dan lancar, Management PT KAI Daop 4 Semarang melalui Manager Pam Obvit, Pam Opka, Operasi, Hukum dan Humas serta dibantu dengan Kepala Stasiun Tanggung, Kepala Stasiun Kedungjati, Babin Polsus, Polsuska, dan Petugas Keamanan Stasiun melakukan pemeriksaan lintas Tanggung-Kedungjati sepanjang 10 KM dengan berjalan kaki. “Razia dilakukan dengan cara menyisir kanan-kiri jalur rel kereta api,” ungkap Gatut.
Razia, imbuh Gatut, bertujuan untuk memeriksa segala hal terkait keandalan dan kebersihan prasarana, bangunan di sekitar jalur yang tidak memenuhi jarak bebas, serta segala hal atau kegiatan yang dapat menganggu perjalanan KA. “Dalam pemeriksaan lintas Tanggung-Kedungjati, tim Pemeriksaan menemukan pelanggaran penggunaan jalur KA yang dilakukan warga sekitar,” ungkapnya.
Penertiban tersebut dilakukan lantaran dikhawatirkan akan mengganggu perjalanan kereta api. “Dimana, jalur yang seharusnya hanya digunakan KA untuk melintas, namun oleh warga sekitar juga digunakan untuk menjalankan lori lotrok yang berisikan berbagai macam hasil panen kebun ataupun barang-barang lainnya,” tanbahnya.
Hasil temuan pemeriksaan lori lotrok, telah diamankan sebanyak 13 buah yang ditemukan di sekitar jalur rel KA sepanjang Tanggung-Kedungjati. “Selain itu, Tim Pemeriksaan juga mensosialisasikan kepada warga masyarakat sekitar tentang bahayanya penggunaan lori lotrok di sepanjang jalur KA dan membagikan brosur sanksi pidana bila menggunakan jalur KA untuk kepentingan lain selain untuk angkutan KA (sesuai pasal 181 UU 23 tahun 2007),” imbuhnya.
Dari pantauan wawasan, tim menemukan lori yang oleh warga disimpan di saluran air. Penyimpanan di dalam ladang, dilakukan agar barang bisa digunakan dan bukan digunakan orang lain. Sebenarnya, warga menyimpan secara tersembunyi bukan karena menghindari operasi yang memang tidak pernah dilakikam oleh petugas. (MJ-65)

Comments are closed.