supriyadi

4 PR Hendi- Ita Setelah Dilantik

SEMARANG,Mediajateng.net– Walikota dan wakil walikota Semarang terpilih Hendrar Prihadi – Hevearita Gunaryati mempunyai empat pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan dalam lima tahun ke depan. Demikian disampaikan Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi menanggapi akan dilantiknya Hendrar Prihadi-Hevearita Gunaryanti Rahayu (Hendi-Ita) pada 17 Februari 2016 di Lapangan Simpang Lima Semarang.

“Ada empat PR yang harus diselesaikan, yakni permasalahan rob dan banjir, kemacetan, infrastruktur pinggiran, dan kemiskinan,” kata Supriyadi, Selasa malam (16/2).

Politikus PDI Perjuangan itu mendesak Pemerintah Kota Semarang untuk segera menyelesaikan empat PR tersebut, terutama permasalahan rob dan banjir yang selama ini menjadi perhatian masyarakat.

“Apalagi, sekarang ini musim hujan. Memang, selama ini Pemkot Semarang sudah berupaya mengatasi permasalahan rob dan banjir sehingga (dampak banjir, red.) sudah lumayan berkurang,” katanya.

Meski demikian, Supriyadi mengharapkan Hendi-Ita untuk lebih maksimal menuntaskan persoalan banjir, di samping merealisasikan program-program yang sudah dijanjikannya selama lima tahun mendatang.

Senada dengan Supriyadi, anggota DPRD Kota Semarang Suharsono melihat banjir dan rob masih menjadi prioritas permasalahan yang harus segera diselesaikan dalam lima tahun ke depan oleh Hendi-Ita.

Menurut dia, Pemkot Semarang selama ini masih terkesan bersikap reaktif dalam menghadapi persoalan, termasuk banjir, namun ke depannya harus benar-benar menyiapkan rencana secara matang.

“Jadi, harus berkonsentrasi. Jangan sekadar reaktif karena sifatnya sesaat. Misalnya, bagaimana mempertahankan kawasan Semarang Atas sebagai daerah resapan,” kata politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Kawasan Semarang Bawah, kata Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Perda) DPRD Kota Semarang itu juga harus disiapkan, seperti rencana pembangunan empat embung atau kolam retensi.

“Rencananya, kan mau dibangun empat embung, yakni di Muktiharjo, Kalisari, Tlogosari, dan Bugen. Ya, harus dioptimalkan realisasinya. Yang tidak kalah penting, normalisasi Kali Banger,” pungkasnya.(M.J090)

Comments are closed.