GOR Tri Lomba Juang Semarang Jawa Tengah

2016, Pembangunan GOR TLJ Dilanjutkan

SEMARANG, MediaJateng– Tahun ini Pemkot Semarang kembali melanjutkan pembangunan Gelanggang Olah Raga (GOR) Tri Lomba Juang (TLJ) yang akan memasuki tahap III. Sedangkan pembangunan GOR TLJ akan dilanjutkan tahun ini dengan anggaran sekitar Rp 17 miliar. Sebagaimana dikatakan Kepala Dinas Tata Kota dan Pemukiman (DTKP) Agus Riyanto, kemarin.
“Kami sudah lakukan percepatan proses lelang dengan harapan proyek fisiknya akan rampung sekitar Agustus mendatang,” terangnya.
Dijelaskannya, bahwa dalam tahap III ini pihaknya akan kembali melengkapi kursi stadion yang belum sempurna di tahap sebelumnya. Selain itu, sarana untuk lapangan tenis dan pembangunan lapangan badminton akan diutamakan.
DTKP juga akan melengkapi pengadaan alat Mechanical Engineering (ME) untuk digunakan seluruh pengguna GOR nantinya. Sedangkan untuk pengadaan rumput sintetis lintasan atletik akan dikurangi dari 6 ban menjadi 4.
“Tahun lalu sebenarnya kita anggarkan dengan nilai sekitar Rp30 miliar namun gagal lelang. Sehingga kini kami lanjutkan namun dengan penyesuaian dan pengurangan,” lanjutnya.
Ditambahkannya, pihaknya tidak ingin mengulang kegagalan proses lelang seperti tahun lalu. Karenanya, untuk tahap III ini, persiapan lelang dilakukan sedini mungkin, bahkan sudah sejak Desember lalu dokumen lelang sudah disiapkan.
“Proses lelang yang lebih cepat, diharapkan pemenang juga akan lebih cepat diperoleh. Alhasil pembangunan fisikk GOR juga akan cepat dilakukan dan diharapkan pada triwulan ketiga tahun ini sudah terealisasi. Sehingga pada anggaran perubahan mendatang, kita tinggal mengevaluasi mana-mana saja yang masih perlu dilakukan,” tambahnya.
Sementara itu Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang Kadarlusman menyambut baik kinerja DTKP yang akan melanjutkan pembangunan GOR TLJ ini. Ia mengakui terus mendorong dinas teknis untuk melakukan percepatan-percepatan pembangunan di kota ini.
“Jangan sampai kasus-kasus gagal lelang ataupun blacklist bagi kontraktor yang nakal terulang. Dinas harus tegas karena dewan dan masyarakat akan ikut mengawasi proses lelang dan pengerjaan fisik di Semarang,” katanya. (M.J020)

Comments are closed.