DEMAK, Mediajateng.net – Polres Demak telah merampungkan bedah rumah milik Ibu Marsini (75), seorang janda di Desa Kangkung, Kecamatan Mranggen, yang hidup sebatang kara. Sehari-harinya, bertahan hidup mengharapkan uluran tangan dari warga sekitar.

Kapolres Demak AKBP Maesa Soegriwo. SIK didampingin Ibu Bhayangkara Sukma menyerahkan secara simbolis kunci rumah kepada Ibu Marsini, Jumat (8/6/2018) pagi. Kapolres menyatakan rasa terima kasih dan bahagianya atas kepedulian Polisi. Selama ini rumahnya hampir roboh dan tidak layak huni.

“Sekarang Bu Marsini mendapat tempat yang layak huni,” tuturnya.

AKBP Maesa mengatakan kegiatan bedah rumah bagi masyarakat Kabupaten Demak merupakan bentuk kepedulian kepolisian terhadap masyarakat yang membutuhkan pertolongan. Dijelaskan, bedah rumah ini sudah dilakukan lebih dari lima kali.

Melihat kondisi rumah warga Demak terutama yang tidak layak huni, Kapolres mengajak anggota untuk mengatasi masalah ini dengan mengumpulkan zakat profesi dari pemotongan gaji sebesar 2,5% setiap bulan. Dari zakat tersebut dapat terkumpul Rp. 35 juta digunakan untuk membantu warga miskin.

“Zakat dari gaji anggota ini kami salurkan untuk membantu warga tidak mampu. Ini bagian dari wujud program promoter Kapolri. Karena itu, kami buat kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat kecil,” kata Kapolres.

Kapolres berharap kepedulian ini berlanjut terus, bahkan ia meminta informasi jika ada rumah yang rusak parah.

Sementara itu Kapolsek Mranggen AKP Sonhaji mengatakan, pembangunan rumah Ibu Marsini membutuhkan waktu 25 hari. Dalam pembangunan Polsek Mranggen bersinergi dengan Koramil Mranggen serta dibantu warga sekitar.

“Kami kerjakan hanya 25 hari. Harapannya Bermanfaat bagi Bu Marsini,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut Polres Demak memberikan bantuan berupa sembako kepada 30 kaum dhuafa di Desa Kangkung. Selain itu, Bhayangkari cabang Demak juga memberikan peralatan rumah tangga untuk Ibu Marsini.