GROBOGAN, Mediajateng.net – Persiapan pengambilan Api Asian Games 2018 masuk dalam tahap pematangan. Hal itu terlihat dalam pertemuan di ruang Riptaloka Setda Grobogan dan dilanjutkan dengan peninjauan lokasi wisata Api Abadi Mrapen kecamatan Godong, Kamis (12/7).

Dalam rapat itu, sejumlah panitia lokal dan perwakilan panitia pelaksanaan Asian Games 2018 (Inasgoc), Hasbi Asidiqi mematangkan perencanaan serangkaian acara pembukaan Pentas Olahraga se-Asia tersebut.

Beberapa seksi di kepanitiaan lokal pun memberikan penjelasan mengenai kesiapan masing-masing. Sesuai jadwal, pengambilan api yang akan dipergunakan dalam penyalaan obor pembukaan Asian Games itu akan dilakukan Rabu (18/7/2018) di lokasi wisata Api Abadi Mrapen, kecamatan Godong.

Ketua tim panitia lokal yang tidak lain Sekda Grobogan Moh Soemarsono menyatakan dalam rapat tersebut dilakukan dengar laporan dari tiap seksi. Pihaknya pun mengaku siap menyambut acara berskala Internasional ini berjalan lancar tanpa hambatan.

’’Tiap seksi kami minta untuk memberikan laporannya mengenai kesiapan mereka. Beberapa memberi masukan dan pertanyaan. Dari Inasgoc pun sudah memberikan gambaran jalannya acara pengambilan api tersebut,’’ katanya Sumarsono.

Dikatakan Soemarsono, selain dihadiri Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayan, Puan Maharani, beberapa pejabat negara juga hadir mendampingi putri sulung dari alm. Taufik Kiemas dan Megawati ini.

Selain itu, delapan Putri Indonesia lintas tahun, diantaranya Zivanna Letisha (2008), Maria Selena (2012), Whulandary (2013), Anindia Putri (2015), Kezia Warouw (2016), Bunga Jelitha (2017), dan Kevin Liliana (2017).

Soemarsono mengatakan para tamu undangan nantinya akan disambut dengan tarian tradisional yakni tari Gambyong, tari Joko Tarub, tari Angguk dan Jaranan. Selain itu, para siswa dari sejumlah sekolah yang dilalui rombongan akan menyambut dengan berbaris sejajar di tepi jalan.

’’Selain menyiapkan lokasi kegiatan, kami juga menyiapkan rute-rute yang akan dilalui rombongan. Di lokasi, beberapa warung juga kami minta kepala desa setempat untuk membongkarnya agar tidak terkesan kumuh, mengingat ini event internasional,’’ ujar Sumarsono. (Ag-MJ)