SEMARANG, Mediajateng.net – Berdasarkan data perwakilan nasional tentang intimidasi di sekolah-sekolah di Indonesia tersedia. Survei Kesehatan Global School (GSHS) menunjukkan bahwa lebih dari 50% anak-anak di kelas 7-9 melaporkan mengalami gangguan pada bulan lalu dengan anak laki-laki melaporkan tingkat yang jauh lebih tinggi daripada anak perempuan (55% anak laki-laki, 45% anak perempuan).

Jenis bullying yang paling umum dilaporkan adalah emosional termasuk diolok-olok karena tubuh mereka (17%) atau karena ras atau warnanya (11%). Secara global, bukti menunjukkan bahwa dampak bullying sangat serius.
Tidak hanya Bullying, maraknya kasus kekerasan pada anak akhir-akhir ini sungguh memprihatinkan.

Apalagi kekerasan ini justru terjadi di lingkungan sekolah dan dilakukan oleh guru sendiri. Wujud dari kekerasan yang terjadi di sekolah umumnya adalah hukuman yang diberikan guru kepada siswa atas perilaku yang dianggap tidak tepat atau melanggar aturan.

Halini terjadi karena guru percaya bahwa menghukum anak didik adalah salah satu bentuk pedagogi yang baik bagi anak.

Merespon situasi di atas Yayasan Setara dalam rangkaian Kampanye 20 Hari Anti KekerasanTerhadap Anak yang rutin dilaksanakan setiap tahun yaitu tanggal 20 November – 10 Desember bermaksud mengadakan “Seminar Pencegahan Bullying dan Penerapan Disiplin Positif untuk Guru di Sekolah Menengah Pertama.

“Disiplin positif sendiri didasarkan pada prinsip menghargai hak anak, mendorong proses dialogis, melatih anak berpikir logis, mendidik anak untuk bertanggung jawab serta mengembangkan perilaku positif anak di masa yang akan datang.” Ujar Ika Camelia selaku Manager Program Yayasan Setara.

Seminar Pencegahan Bullying dan Penerapan Disiplin Positif untuk guru di Sekolah Menengah Pertama Kota Semarang ini akan dilaksanakan pada Kamis (30/11) di Aula Wisma Perdamaian Semarang muali pukul 08.00 WIB.

Dalam acara ini, sebagai narasumber adalah; Drs. Bunyamin, M.Pd (Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang), Eka T P Simanjuntak (Yayasan Nusantara Sejati), dan Derry Fahrizal Ulum (UNICEF).

Sebanyak 100 guru akan hadir dalam seminar ini. “Tujuannya agar guru mendapatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai pencegahan dan penanganan bullying. Selain itu, mereka juga dapat menerapkan disiplin positif di sekolah sebagai pengganti hukuman.” Tambah Ika.