PURBALINGGA, Mediajateng.net – Kamar mandi atau lebih dikenal sebagai kamar kecil, disediakan untuk memudahkan warga ketika harus membersihkan diri sebelum menggelar kegiatan. Termasuk juga keberadaan kamar mandi di masjid Desa Kedungbenda, Kecamatan Kemangkon, disediakan untuk warga membersihkan diri sebelum melakukan ibadah.

Manun, ketika kamar mandi masjid disalah gunakan, maka tidak saja berdampak memicu rasa risih bagi warga. Namun juga memunculkan kemarahan. Seperti yang dilakukan dua sejoli yakni KA dan RL, muda-mudi yang menyalahgunakan kamar mandi masjid bukan untuk semestinya harus berurusan dengan polisi setelah berhadapan dengan warga yang marah.

Polsek Kemangkon Polres Purbalingga mengamankan dua remaja berlainan jenis yang ditemukan warga sedang berduaan di kamar mandi sebuah masjid di Desa Kedungbenda, Kecamatan Kemangkon.

Dua remaja tersebut yaitu KA (17), laki-laki, warga Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara dan RL (13), perempuan, warga Kecamatan Purworejo Klampok, Kabupaten Banjarnegara.

Kapolsek Kemangkon AKP Siswanto saat memberikan konfirmasi, Sabtu (3/3/2018) mengatakan bahwa bermula saat pihaknya mendapatkan laporan kepala dusun bahwa ada sepasang remaja ditangkap warga ketika berduaan di kamar mandi masjid, Jumat (2/3/2018) malam. Mendapati laporan tersebut, kita langsung mendatangi TKP.

“Di lokasi kemudian kita meminta keterangan sejumlah saksi kemudian mengamankan dua remaja tersebut ke Polsek Kemangkon. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari aksi warga yang sudah banyak berkumpul di sekitar lokasi pemuda tersebut diamankan,” kata kapolsek.

Berdasarkan keterangan saksi bernama Hadi Suparno (51) warga setempat, berawal saat dirinya melintas di depan Masjid Nurul Iman Desa Kedungbenda sekitar pukul 22.30 WIB. Saat itu saksi curiga ada sepeda motor terparkir di halaman masjid.

Saat dilakukan pengecekan di sekeliling masjid, tiba-tiba seorang remaja laki-laki keluar dari kamar mandi masjid. Saat ditanya saksi, remaja tersebut mengaku baru saja buang air besar.

“Tidak begitu saja percaya, saksi kemudian mengecek ke kamar mandi masjid. Saat berusaha membuka pintu ternyata pintu diganjal dari dalam. Saat dipaksa dibuka, didapati seorang remaja perempuan berada di dalamnya,” kata kapolsek.

Saksi kemudian mengamankan kedua remaja tersebut ke rumah kepala dusun setempat. Selanjutnya melaporkan kejadian ke Polsek Kemangkon yang kemudian datang dan membawa keduanya berikut sepeda motor yang dipakai ke polsek.

Kapolsek menambahkan, terkait peristiwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polsek Klampok dan Polsek Susukan untuk dapat menghadirkan orang tua kedua remaja tersebut hari ini di Polsek Kemangkon. Hal tersebut dilakukan untuk penanganan lebih lanjut.(505-Mj)