Pati-mediajateng.net

Praktek investasi illegal kembali marak terjadi di wilayah Jawa Tengah dengan modus baru yaitu menawarkan pembebasan hutang pinjaman kredit kepada masyarakat. Praktek illegal ini pun sudah menyasar ke wilayah Purwokerto, Jawa Tengah.

Kepala Departemen Penyidikan Sektor Jasa Keuangan Otoritas Jasa Keuangan OJK, Irjen Pol. Abdul Kamil Razak mengatakan modus investasi illegal dilakukan oleh organisasi bernama United Nations Swissindo World Trus International Orbit atau dengan nama lain UN Swissindo.

Organisasi yang berada di negara Laos, telah mengklaim melepaskan hak keuangannya di sejumlah perbankan senilai 6,1 trilyun US dollar untuk membebaskan utang rakyat Indonesia sejak 4 Februari 2016 lalu.

“Prakteknya para debitur terus dihasut agar tidak membayarkan hutang mereka kepada para kreditur. Untuk mendapatkan sertifikat, masyarakat dipungut biaya administrasi sebesar 50 persen dari nilai angsuran bulanan yang dikeluarkan para debitur.” jelas Kamil

Dalam Focus Group Discussion,Waspadai Pembebasan Hutang oleh UN Swissindo, yang berlangsung di Pati, Kamis (23/2), OJK menggandeng aparat kepolisian, Bank Indonesia, dan Majelis Ulama Indonesia, terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk waspada dan segera melapor jika mengetahui informasi terkait hal ini.

Praktek investasi illegal yang dilakukan US Swissindo sudah menyebar mulai dari Bengkulu, Jambi, Kalimantan Selatan, Lampung, Jawa Barat, Sulawesi Tengah, Yogyakarta, Papua, Kalimantan Timur, dan Sumatera Barat, termasuk Jawa Tengah sendiri.#(MJ-202)

Comments are closed.