SEMARANG, Mediajateng.net, – Pemkot Semarang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) meminta masyarakat untuk mewaspadai penjualan sapi pemakan sampah di TPA Jatibarang. Pasalnya, sapi pemakan sampah tersebut mengandung senyawa yang membahayakan tubuh manusia jika dagingnya dikonsumsi.

Walikota Semarang Hendrar Prihadi sudah lama memberikan perhatian serius mengenai banyaknya peternak sapi yang melepasliarkan sapi ke lokasi TPA Jatibarang dan memakan sampah di lokasi tersebut.

“Sebenarnya kami menggencarkan sosialisasi kepada para peternak di kawasan Jatibarang agar tidak membiarkan sapinya berkeliaran di TPA dan mengkonsumsi sampah,” katanya.

Walikota yang akrab disapa Hendi ini menjelaskan, sapi yang memakan sampah dagingnya akan mengandung logam timbel dan tidak baik dikonsumsi. Kalau pun mau dijual, peternak harus mengarantina sapi lebih dulu selama tiga bulan. Hal itu untuk menetralisir kandungan timbel dalam daging sapi. Setelah itu, akan dilakukan pengecekan kesehatan hewan oleh petugas Dinas Pertanian Kota sebelum diizinkan dijual.

“Kami menyayangkan ulah pemilik sapi di Kelurahan Bambankerep, Kecamatan Ngaliyan dan sekitarnya yang masih nekat melepasliarkan hewan ternaknya di area TPA Jatibarang,” keluhnya.

Tak jarang, pihak pemkot mendapati banyak sapi yang berkeliaran memakan sisa makanan dalam kantong plastik maupun kaleng di sekitar pembuangan sampah.

Hendi menyatakan dirinya telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat sekitar untuk tidak lagi memelihara sapinya di Jatibarang.

“Tapi alasannya memang untuk memenuhi kebutuhan ekonomi masyarakat sekitar. Untuk itu kami akan melakukan pendampingan bagi warga yang memelihara sapi di sana,” tandasnya. (ot/mj)