SEMARANG, mediajateng.net, – Kasus teror pembakaran mobil dan motor yang berulang kali terjadi di Kota Semarang akhir-akhir ini, mendapat perhatian para pejabat di tingkat Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Kota Semarang. Walikota Semarang Hendrar Prihadi berpesan agar warga Kota Semarang tidak perlu mengalami kecemasan yang berlebihan.

“Sehingga tidak usah takut terhadap aksi teror pembakaran mobil yang sedang terjadi akhir-akhir ini. Kami berharap jangan sampai ada kecemasan berlebihan di masyarakat. Jangan pernah takut terhadap persoalan-persoalan bersifat teror,” pesannya, Jumat malam (1/2).

Walikota yang akrab disapa Hendi ini menambahkan, saat ini jajaran kepolisian dan para pejabat Muspida Kota Semarang tetap berupaya keras menciptakan kondisifitas wilayah.
“Karena teman-teman kepolisian, teman-teman Muspida selalu melakukan koordinasi dan bersepakat untuk bisa menciptakan kondisi Kota Semarang aman, nyaman, dan kondusif,” katanya.

Seperti diketahui, teror pembakaran mobil kembali menimpa warga Kota Semarang. Kali ini menimpa satu unit mobil bernopol H 8672 FG milik Dodi Handoyo. Mobil terpakir di garasi rumah di Jalan Genuk Karanglo RT 1/1, Tegalsari, Kecamatan Candisari.

“Kejadian pagi sekira pukul 04.00 WIB. Saya kaget sekali melihat api sudah membakar kap depan,” ungkap Dodi, Jumat pagi (1/2).

Dengan peralatan seadanya, dia berusaha menjinakkan kobaran api yang mulai melahap bagian depan mobil. Dodi tak menyangka bakal menjadi korban teror pembakaran, karena merasa tidak punya permasalahan dengan orang lain.

Atas kejadian tersebut, Dodi lantas melaporkan ke pihak kepolisian setempat. Petugas yang menerima laporan bergegas mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. (ot/mj)