Semarang,MediaJateng.net – Ratusan warga Kelurahan Karangayu tetap melakukan penolakan terkait relokasi pedagang Pasar Karangayu di Lapangan RW I Kelurahan Karangayu. Penolakan ini kembali dilakukan warga ketika Dinas Pasar Kota Semarang kembali melakukan sosialisasi rencana penggunaan di Kantor Kecamatan Semarang Barat tadi malam.

Sementara itu Djumakir Ketua RW I, saat sosialisasi mengaku jika semua warga telah melakukan penolakan dan benar-benar tidak setuju jika relokasi pasar digunakan sebagai tempat relokasi pasar. ” Dampak negatifnya sangat banyak, dari sosisialisasi pertama warga sudah menolak,” katanya.

Dampak buruk dikhwatirkan akan terjadi, apalagi lapangan terletak di tengah pemukiman warga yang tentu jika dijadikan pasar akan mengaggu aktivitas istirahat warga. Lapangan juga digunakan sebagai aktvitas beberapa sekolah dan berdekatan dengan rumah ibadah. ” Ada 8 sekolah yang menggunakan lapangan itu, kok enak-enakan mau digusur . Warga jelas tidak setuju,” tegasnya.

Sementara itu Ketua RT 2 RW I, Mansyur menambahkan, jika lokasi relokasi tetap dilakukan dilapangan, dikhawatirkan lingkungan sekitar aka tergenang air atau banjir. Lapangan tersebut selain digunakan aktivitas olahraga, juga digunakan sebagai tanah serapan air Kelurahan Karangayu. ” Sebenarnya ada opsi lain, kenapa harus disitu. Toh lahan pemkot bukan hanya disitu,” keluhnya.

Sementara itu, pengurus Persatuan Pedagang Jasa dan PKL Kota Semarang, Zainal Abidin Petir yang turut hadir dalam mediasi sekaligus sosialisasi relokasi Pasar Karangayu meminta agar dinas terkait tidak memaksakan kehendak. ” Kalau ditolak, tentu harus diperhatikan dan didengar. Jangan sampai terjadi konflik,” tambahnya.

Menurut dirinya lapangan RW I tidak akan cukup menampung semua pedagang yang ada. Tercatat ada sekitar 1.500 pedagang yang ada di Pasar Karangayu, belum lagi ditambah pembeli yang tentunya akan menambah sesaknya pasar sementara jika tetap dibangun di RW I. ” Kalau ngga cukup nanti juga akan jadi masalah, tempat parkir mau ditaruh dimana. Dinas Pasar harus cari tempat lain yang lebih luas,” pintanya.

Kepala Dinas Pasar Kota Semarang, Trijoto Sardjoko berdalih jika lapangan sepak bola yang ada di RW I adalah tempat yang strategis digunakan sebagai tempat relokasi. ” Itu kan tanahnya Pemkot, jadi ya yang pas disana,” ucapnya.

Rencananya pembangunan pasar akan dibangun menjadi pasar modern tiga lantai dengan biaya Rp 30 miliar.Sosialisasi ini rencananya akan menjadi bahan pertimbangan untuk tempat relokasi, lantaran proses pembangunan pasar rencananya akan dimulai secepatnya jika masalah relokasi telah selesai. ” Penolakan pasti ada, namun pembangunan tetap harus dilakukan. Aspirasi warga akan kami jadikan bahan pertimbangan,” pungkasnya.(069)

1 KOMENTAR

Comments are closed.