Batang-mediajateng.net

Ratusan warga yang tanahnya terkena proyek PLTU melakukan aksi unjuk rasa di depan areal proyek PLTU Batang Jumat (10/3) siang. Warga menuntut PT. Bhimasena Power Indonesia (BPI) untuk segera membayar kekurangan pembelian tanah milik ratusan warga yang ada di 5 Desa.

Satu persatu warga melakukan orasi dihadapan puluhan petugas Polri dan TNI yang berada di sekitar areal proyek. Warga meminta PT BPI segera membayar kekurangan tanah mereka, karena harga yang mereka terima hanya 100 ribu/meter. Padahal warga tanah milik puluhan warga yang lain dibeli dengan harga 400 ribu per meternya.

“jumlahnya ratusan yang dibayar 100 ribu/ meter, sementara PT BPI berani membayar tanah milik puluhan warga lainnya dengan harga 400 ribu/ meter. Maka tanah kita harus sama dibayar 400 ribu/meter.” tegasya.

Selain itu aksi ini juga sebagai bentuk dukungan kepada sejumlah warga yang saat ini sedang melakukan sidan di Komisi Informasi Pusat (KIP), warga berharap KIP segera mengambil putusan terkait masalah ini dan memenangkan gugatan warga terhadap PT BPI.

Sementara Hana mengatakan saat pembebasan lahan dirinya dan sejumlah warga lainya sering didatangi aparat mulai dari Polri dan TNI untuk menjual tanahnya kepada PT BPI. Karena merasa ditekan akhirnya tanah satu-satunya dijual dengan harga 100 ribu per meter.

“ kita hanya meminta keadilan, agar PT BPI membyar tanah kami dengan harga manusiawi, jangan semena-mena seperti ini,” katanya.

Selain itu Hana menjelaskan jika di desanya saat ini dilalui tiga proyek nasioanal antara lain proyek Tol Batang-Semarang dan Rel Ganda. Warga yang tanahnya terkena proyek tol dihargai 350 ribu permeter sementara rel ganda harganya per meter 400 ribu, sementara PLTU yang murni swasta hanya membayar 100 ribu.

Warga meminta agar PT BPI segera menyelesaikan masalah ini, jika dalam waktu dekat ini tidak ditindak lanjuti warga mengancam akan melakukan aksi dengan jumlah massa yang lebih banyak lagi. (MJ-808)