BLORA, Mediajateng.net- Dalam Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Data Program Kegiatan Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Blora, Senin (18/2/2019) kemarin, Bupati Djoko Nugroho meminta kepada seluruh jajarannya untuk bersungguh-sungguh menanggulangi kemiskinan di wilayah ini. Sebab, rakor tersebut merupakan tindak lanjut kunjungan kerja Wakil Gubernur Jateng Gus Yassin di Kabupaten Blora beberapa waktu lalu.

“Saya tekankan kepada seuruh jajaran terkait, mulai dari OPD, camat hingga kades untuk sungguh-sungguh dalam penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Blora,” tegasnya.

Sebagai informasi, tingkat kemiskinan Kabupaten Blora saat ini berada pada angka 11,90 persen atau peringkat 23 dari 35 kabupaten/kota se Jawa Tengah. Dimana, Kabupaten Blora masuk daam zona merah karena lebih besar dari rata-rata Jawa Tengah yakni di angka 11,32 persen dan rata-rata nasional 9,82 persen.

Djoko Nugroho meminta kepada para kepala desa dan camat agar melakukan pendataan warga miskin yang ada di wilayahnya masing-masing. Selanjutnya, setelah pendataan akan diberikan bantuan berupa bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang berasal dari APBN, APBD, CSR Bank Jateng dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Ditambahkan Djoko, pihaknya memberikan bantuan bedah RTLH yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Reguler APBN sebanyak 40 rumah, APBD Provinsi dan Kabupaten sebanyak 908 rumah, dan CSR Bank Jateng serta Baznas sebanyak 340 rumah. Untuk DAK Reguler, 40 rumah akan diberikan kepada warga miskin di Kelurahan Tambakromo, Kecamatan Cepu. Sementara bantuan RTLH dari APBD Provinsi dan Kabupaten diberikan kepada warga di 12 desa prioritas I dan II.

“Untuk CSR dari Bank Jateng dan Baznas akan diberikan kepada masing-masing 10 keluarga di 34 desa prioritas III dan Baznas Kabupaten Blora memberikan bantun usaha produktif masing-masing 10 keluarga di desa prioritas I dan II. Selain CSR Bank Jateng dan Baznas, saya meminta kepada para kades agar menyisihkan dana desa guna pendampingan usaha bagi warganya yang belum bekerja,” imbau Djoko Nugroho.

Orang nomor satu di Kabupaten Blora ini juga meminta kepada tiap-tiap OPD di Kabupaten Blora agar menjadi bapak angkat bagi lima orang miskin dengan memberikan bantuan masing-masing sebesar Rp 5 juta setiap tahunnya.

Sementara itu, Kepaa Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Reny Miharti memberikan bantuan kepada masyarakat miskin berupa padi dan benih jagung yang disalurkan melalui kelompok-kelompok tani.

“Kita alokasikan bantuan benih padi 25 kilogram per hektar dan benih jagung 15 kilogram per hektar. Dan bantuan ini akan diberikan kepada kelompok-kelompok tani,” kata Reny.
Sementara itu, bantuan yang sama juga diberikan Dinas Peternakan dan Perikanan berupa benih ikan sebanyak 10 ribu ekor. (Ag-Mj)