Warga Desa Gumelar Kidul Tambak Nikmati Air Bersih

Banyumas, mediajateng.net – Kesulitan air yang dirasakan warga Desa Gumelar Kidul Kecamatan Tambak Kabupaten Banyumas sedikit terkurangi setelah Program DAK Air Minum selesai dibangun dan diresmikan oleh Bupati Banyumas Ir Achmad Husein Senin (13/09/2021). Proyek dengan anggaran 400 juta tersebut saat ini baru disalurkan kepada 80 warga.

Sebelumnya air diperoleh warga mengambil dari Desa Watu Agung yang jaraknya cukup jauh, sehingga kalo ada kerusakan cukup memakan waktu untuk perbaikan sehingga sering macet. Bahkan disaat musim kemarau warga sangat kesulitan mendapatkan air, sementara yang mempunyai sumur dengan kedalaman rata-rata 13-15 meter hanya keluar air saat musim penghujan.

Kepala Desa Gumelar Kidul Imam Tobroni mengucapkan terima kasih kepada Bupati Banyumas dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Dinperkim) Kabupaten Banyumas yang telah memberikan kegiatan pembangunan sarana dan prasarana bidang air mimum untuk masyarakat RW 02 dengan dana 400 juta. Dana tersebut oleh satuan pelaksana untuk membuat atau pengeboran sumur dalam, pembangunan resevoir, perpipaan dan paket sambungan rumah.

“Saat ini sambungan rumah ada 80 SR untuk 4 RT. Masyarakat juga melakukan swadaya sehingga perpipaan yang seharusnya 1500 meter saja, bisa menjadi 2800 meter, kedepan diharapkan mampu memenuhi kebutuhan warga yang telewati pipa sebanyak 8 RT dari 9 RT yang ada,” jelas.

Kades Imam Tobroni mengaku bahwa dari ujicoba yang dilakukan, air cukup bagus, ia berharap bisa langgeng untuk mengurangi beban warga.

“Alhamdulilan kebutuhan air saat ini terpenuhi walaupun belum mencukupi untuk keseluruhan,” tambahnya.

Bupati Banyumas Achmad Husein berharap pembangunan air bersih, yang dibangun di Desa Gumelar Kidul memberi manfaat untuk masyarakat. Untuk memastikan bahwa air yang dihasilkan bagus Bupati secara spontan minta segelas air yang langung berasal kran dan mecoba mencium bahkan meminumnya.

“Saya kan pernah di PDAM, jadi tahu airnya ini cukup bagus, bahkan saya berani meminumnya,” katanya

Bupati berpesan kepada Pengelola untuk dapat memelihara pembangunan ini dengan cara menabung untuk perbaikan dan pengembangan.

“Pada bangunan ini ada pompa, ada pipa dan lain sebagainya, maka perlu biaya pemeliharaan. Untuk pompa minimal setahun sekali harus shutdown atau diservis, meski jika dipaksa bisa dua tahun. Namun bisa juga satu tahun bisa rusak, maka untuk keberlangsungan perlu biaya pemeliharaan,” lanjutnya

Sementara Kepala Dinperkim Kresnawan Wahyu Kristoyo mengatakan untuk tahun 2021, Kabupaten Banyumas mendapat DAK Air Minum dan Pamsimas. Untuk DAK senilai 9,3 M, yang diperuntukan kepada 24 Desa salah satunya di Desa Gumelar Kidul Kecamatan Tambak ini. Sedangkan program Pamsimas senilai 7,35 M untuk HID 18 desa dan Pamsimas Reguler 12 desa.

“Kita targetkan tahap awal akan menyambungkan air bersih kerumah warga sebanyak1,891 sambungan rumah (SR),’ katanya.

Pujiah (42 Tahun) Warga RT 07 RW 02 mengaku bersyukur dengan adanya bantuan sumur bor ini. Menurutnya selama ini dirinya dan keluarga kesulitan mendapatkan air, karena tidak memiliki sumur.

“Ya senang dengan adanya sumur bor ini, karena dulu air susah didapat dari desa sebelah, sering macet,” katanya. (MJ/50)