DEMAK, Mediajateng.net – Ratusan warga Desa Jleper dan Pecuk, Kecamatan Mijen, Demak, bergotong royong mengamankan tanggul Sungai Wulan yang melintas di wilayah mereka.

Dipimpin oleh Camat Mijen, Iskandar Zulkarnaen, warga bersama Koramil Mijen, Polsek Mijen dan Tim Reaksi Cepat (TRC) Joko Tingkir, bahu membahu memperbaiki tanggul kritis yang berlokasi antara Desa Pecuk dengan Jleper.

Tanggul Sungai Wulan sepanjang 50 meter dan tinggi 5 meter itu kritis sehingga rawan longor jika tergerus air.

“Selama tiga hari, kita bergotong – royong menutup tanggul yang bocor dengan karung zak berisi tanah. Ada 5000 kantong zak,” kata Iskandar, Selasa (20/2/2018).

Menurutnya, apabila tanggul kritis itu tidak segera dilakukan penanganan maka rawan terjadi banjir, terlebih debit air Sungai Wulan mengalami kenaikan.

Jika tanggul tersebut jebol, sedikitnya lima desa di Mijen rawan terendam banjir, yakni Desa Mijen, Pecuk, Ngelokulon, Pasir dan Mijen.

“Jika tanggul itu jebol dan banjir, kerugian yang diderita warga bisa mencapai milyaran rupiah. Karena itu kita antisipasi sedini mungkin dengan cara gotong royong ini, ” ujarnya.
Manajemen penanganan bencana di Kecamatan Mijen termasuk sudah bagus, sehingga ada informasi potensi bencana sekecil apapun segenap elemen masyarakat, relawan, pemerintah desa, TNI dan Polri langsung bergerak cepat.

” Selama musim penghujan, TRC Joko Tinggir, para kepala desa, Polsek dan Koramil Mijen rutin melakukan patroli sungai, untuk memantau debit air Sungai Wulan maupun tanggul – tanggul sungai yang sudah kritis, ” pungkasnya.