Semarang,Mediajateng.net-Seorang wanita tanpa identitas yang diperkirakan berusia 60 tahun tertabrak Kereta Api tepat di perlintasan tanpa palang belakang pasar Karangayu Semarang, Minggu (8/1) sekira pukul 14.00. Akibat peristiwa itu korban tewas di tempat dengan kondisi yang mengenaskan. Saat itu korban mengenakan celana cokelat tua, baju cokelat dengan motif kembang sempat terseret sejauh 150 meter.

Menurut keterangan Siti Hafiah (34) seorang penjual kopi, warga Sawojajar II, Krobokan, Semarang Barat, mengatakan bahwa korban yang merupakan tuna wisma ini sebelum tertabrak Kereta Api dari arah barat sempat mengeluh sakit kepala saat berada di warung sekitar pukul 13.45.WIB.

“Korban gelandangan mas, tiap hari berada di sekitar pasar. Tadi mengeluh pusing dan bertanya di mana tempat jualan kelapa muda. Saya kasih tahu tempatnya ada di belakang, 15 menit kemudian malah mendengar kabar korban ditabrak Kereta Api,” Ungkap Siti Hafiah saat dimintai keterangan Polisi.

Petugas dari Polsek Semarang Barat, Piket Reskrim Polrestabes serta Inafis yang mendapat laporan langsung mendatangi lokasi dan langsung melakukan identifikasi. Dari saksi yang berada di , korban sempat terseret sejauh 150 Meter

” korban berjalan dari arah utara , sesampainya di lokasi tidak menyadari kalau ada kereta yang melintas dari arah jakarta. Lokasi tidak ada palang pintunya. Korban sempat terseret agak jauh,” ungkap Yulaechah warga sekitar saat berada di lokasi.

Korban tewas dengan kondisi mengenaskan, dari pinggang ke atas keadaanya hancur lantaran terseret. Jenasah langsung dilarikan ke RS Karyadi untuk proses pemeriksaan selanjutnya. (MJ-303)

Comments are closed.