Semarang, Mediajateng.net, – Pemkot Semarang terpaksa menunda rencana proyek pembangunan Simpang Lima ke-2 di Wilayah Penggaron, Pedurungan. Demikian diungkapkan Walikota Semarang Hendrar Prihadi.

Menurutnya, masih ada tiga masalah dan persoalan persoalan besar dan lebih penting untuk diselesaikan selain proyek itu yaitu masalah proyek penanganan kemacetan, penataan sistem drainase dan pengendalian banjir di Kota Semarang.

“Simpang Lima kedua itu merupakan bagian dari keinginan kami. Ini janji kampanye saya sama Mbak Ita nih (saat Pilwakot 2015). Tapi melihat situasi yang ada di lapangan, kami hari ini lebih berpikiran untuk menekankan prioritas pada penanganan kemacetan, persoalan infrastruktur di wilayah timur ini,” tegas Wali Kota yang akrab disapa Hendi ini.

Hendi berjanji begitu tiga proyek itu tuntas, pihaknya melanjutkan rencana proyek pembangunan Simpang Lima ke-2 yang bertujuan untuk memecah konsentrasi kepadatan di pusat Kota Semarang, tepatnya Semarang Bagian Tengah.

“Begitu dua proyek ini sudah tuntas, maka kami akan bergerak ke wilayah Simpang Lima kedua ini,” janji politisi PDI Perjuangan ini.

Meski demikian, rintisan Simpang Lima ke-2 ini masih tetap dilakukan pada tahun 2018 ini yaitu dibangunnya pusat pameran kerajinan dan hasil karya UMKM di Kota Semarang yaitu berupa Gedung expo Center yang akan menjadi Kecamatan Pedurungan.

“Salah satu tahapan menuju Simpang Lima kedua adalah rencana Expo Center di bekas Kecamatan Pedurungan. Ini sedang dalam sebuah proses, jadi doakan saja semua bisa segera tuntas sesuai dengan rencana,” ujar suami Krisseptiana ini.

Hendi membeberkan, Kota Semarang wilayah Timur ini merupakan wilayah yang rendah yang merupakan hilir dari Kali Tenggang, sehingga sering terjadi banjir dan rob karena sistem drainase buruk sehingga sering terjadi genangan banjir seperti di Jalan Supriyadi, perempatan lampu merah Tlogosari dan sekitarnya. Maka, saat ini masih dalam proses pembangunan sistem drainase supaya tidak lagi terjadi banjir lagi. (ot/mj)