Walikota Semarang : Satpol PP Tidak Mencopot APK Prabowo-Sandi Di Rumah Bu Habibah

0
720

SEMARANG, Mediajateng.net, – Walikota Semarang Hendrar Prihadi angkat bicara mengenai aksi ibu Habibah yang viral di sosial media (sosmed). Info yang diunggah di sosmed disebutkan usai Ibu Habibah memasang Alat Peraga Kampanya (APK) berupa spanduk Capres Prabowo-Sandi dicopot paksa oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di rumahnya.

Informasi sosial media yang diunggah bernama Ferry ini, juga menyebutkan bahwa Ibu Habibah telah melaporkan peristiwa tersebut ke KPU dan Bawaslu Kota Semarang namun tidak mendapat tanggapan.

Menanggapi hal tersebut, Walikota Semarang membantah jika petugas Satpol PP melakukan upaya pencopotan paksa APK atau spanduk Capres nomor urut 2 Prabowo-Sandi di rumah Ibu Habibah, yang merupakan istri dari Prof Amanullah seorang dokter spesialis saraf di Kota Semarang.

Bahkan, Walikota begitu menerima pesan berantai tersebut di sosial media langsung mengkonfirmasikanya kepada Kepala Satpol PP Hendro PM. Dirinya pun mendapatkan jawaban tidak ada pencopotan APK di rumah Ibu Habibah di Jalan dr Soetomo.

“Jadi pada saat saya menerima pesan berantai itu, saya itu nggak yakin, saya tanyakan ke Kasatpolnya, dan memang tidak terjadi hal seperti itu,” tegas pria yang akrab disapa Hendi ini.

Hendi menegaskan, jika Satpol PP Kota Semarang adalah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dalam kegiatan pemilu harus bersikap netral namun aktif.

“Jadi begini ya, saya mengingatkan rekan-rekan kami yang ada di Satpol PP dan yang ada di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) itu bagian dari rekan-rekan birokrasi yang tugasnya netral tapi aktif. Netral tidak berpihak, aktif mengajak masyarakat untuk datang ke TPS,” ujar Hendi.

Hendi meyakinkan jika seluruh jajaranya di Pemkot Semarang akan bersikap netral dan tidak memihak kepada salah satu calon, baik Capres Nomor Urut 1 yaitu Jokowi-Ma’ruf maupun Capres Nomor urut 2 Prabowo-Sandi.

Jika ada upaya Satpol PP melakukan pencopotan APK di rumah Ibu Habibah, maka akan ada konfirmasi dan koordinasi pihak Satpol PP dengan KPU Kota Semarang dan Bawaslu Kota Semarang.

“Kalau tiba-tiba mereka melakukan pembersihan APK pasti disitu ada Panwas Kota Semarang. Selain itu pasti sudah mereka juga berkoordinasi dengan KPU Kota Semarang juga. Kalau mereka jalan sendiri tidak lah,” pungkas Hendi. (ot/mj)