Semarang – mediajateng.net

Walikota Semarang Hendrar Prihadi meminta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang untuk memaksimalkan destinasi dan promosi wisata di Kota Semarang, yang jumlahnya saat ini sudah mencapai 132 titik obyek wisata. Hal ini terungkap dalam Rapat Koordinasi (Rakor) dengan semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kantor Walikota Semarang Jalan Pemuda, baru-baru ini.

Menurutnya, sektor pariwisata saat ini menjadi urutan kedua setelah kepala sawit, sebagai penyumbang devisa terbesar. Oleh karena itu, jika ingin mengikuti tren pembangunan ditingkat nasional, Kota Semarang harus memanfaatkan moment tersebut dengan memaksimalkan sektor pariwisata yang ada saat ini.

“Rakor digelar sebulan sekali. Bulan Oktober tema besarnya adalah pariwisata. Kami minta dinas terkait bisa “jualan” dalam mempromosikan tempat wisata di Semarang. Bahkan, di Tahun 2015 sudah ada Surat Keputusan (SK) Walikota tentang pariwisata untuk menunjang hal tersebut,” ungkapnya, Rabu (18/10).

Walikota yang akrab disapa Hendi ini menambahkan, sinergi untuk memaksimalkan promosi wisata itu yakni mulai dari segi infrastruktur, penyiapan lahan hingga event-event pariwisata. Hal ini tentunya kata dia, dinas-dinas terkait harus mendukung agar kegiatan promosi wisata tidak terkendala masalah infrastruktur dan lahan.

“Semua OPD hadir dalam rakor sehingga menjadi catatan bagi dinas terkait untuk menjadikan perhatian besar dalam mendukung kegiatan promosi dan event wisata. Tanpa adanya sinergi, akan sulit terwujud suksesnya promosi wisata,” katanya.

Dari 132 titik obyek wisata di Kota Semarang, beberapa telah mendapat banyak kunjungan dari wisatawan baik, dari turis domestik maupun wisatawan asing. Seperti Kota Lama, Gedung Lawangsewu, Oleh-Oleh Khas Semarang di Jalan Pandanaran, Klenteng Sam Po Kong, Pantai Marina, Pantai Maron, Masjid Agung Jawa Tengah, Bonbin Mangkang dan Tugu Ketenangan Jiwa.(MJ-606)