SEMARANG, Mediajateng.net, – Walikota Semarang Hendrar Prihadi merupakan sosok pemimpin yang tenang tidak mudah cepat emosi saat menghadapi berita-berita hoaks di media sosial (medsos). Demikian disampaikan Pengurus Persatuan Humas (Perhumas) Pusat, Asmono Wikan.

Menurutnya, di era sekarang ini diperlukan sosok pemimpin seperti Walikota Semarang Hendrar Prihadi. Pasalnya, menjelang Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) banyak sosok pemimpin yang mudah terpancing emosinya, meledak-ledak dalam menanggapi isu maupun berita hoaks yang makin marak di medsos.

“Saya lihat beliau Walikota itu tenang, soal otentik beliau sikapnya pengendali. Tidak mudah hari ini cari pemimpin tidak emosi. Kalau ada orang bisa jadi peredam, sikap tenang diantara percepatan, orang seperti beliau harus diperbanyak di negeri ini. Tidak semua pemimpin hadapi bullying tidak bisa meledak,” ujar Wikan dalam acara Talkshow di Semarang, kemarin.

Wikan pun mencontohkan bagaimana Presiden Jokowi terpancing emosinya menghadapi serangan lawan politiknya dengan mengumpat dan mengeluarkan ucapan politisi sontoloyo. Meski Jokowi membalas dengan umpatan yang diucapkan dalam bentuk satire dan sindiran.

“Jangankan kita, Pak Jokowi saja ngomong sontoloyo itu dugaan saya (Pak Jokowi) meledak (terpancing emosi). Saking jengkelnya beliau, ini adalah satu frase, menyindir orang yang membidik beliau tanpa menyebut nama dan siapa dia. Makanya, umpatan itu diungkapkan dengan satire (sindiran),” jelas Wikan.

Untuk itu, Wikan meminta Walikota Semarang untuk tetap mempertahankan sifat dan karakter pribadinya tersebut kapanpun dan dimanapun menjadi pejabat dan pemimpin. Termasuk kebiasaan Walikota Semarang yang tidak cepat-cepat menghapus komentar miring terhadap dirinya baik di twitter, facebook (FB) maupun instagramnya (IG).

Menanggapi hal itu, Walikota yang akrab disapa Hendi ini dengan santai menyatakan jika untuk menghadapi komentar miring di akun medsosnya, dirinya tidak mudah terpancing. Yang pasti, niat dirinya untuk memimpin Kota Semarang sebagai Walikota adalah niat yang baik.

“Jawab pertanyaan yang nyinyir, kalau pertama tidak usah diambil hati. Kita berniat baik dianggap tidak berbuat baik. Sudahlah, nggak apa-apa. Saya lebih pede yang dinyinyirin terutama di IG, karena sudah ada yang membela saya. Ada dua pemikiran ada yang mendukung saya dan ada yang tidak mendukung saya,” pungkas Hendi pendek. (ot/mj)