SEMARANG, mediajateng.net – Setelah mendapat respon dari netizen dan berbagai kalangan di media sosial, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kota Semarang, Hendrar Prihadi akhirnya angkat bicara terkait pernyataannya yang menyebut agar pendukung Paslon 02 tidak menggunakan Jalan tol.

Hendrar Prihadi atau yang akrab disapa Hendi ini menegaskan jika pernyataannya itu disampaikan bukan dalam kapasitasnya sebagai Walikota Semarang, melainkan sebagai tokoh masyarakat dan kader partai.

Dirinya melanjutkan, terkait dengan penyataan yang dipersoalkan, Hendi mengklarifikasi jika hal itu tidak disampaikannya dalam acara resmi.

“Sebelum acara, kan ada kegiatan ice breaking, gladi bersih, saya harus membuat pendukung lebih bersemangat,” ungkapnya saat memberikan klarifikasi kepada media di Semarang, Senin (4/2).

Hendi menjelaskan, maksud pernyataannya itu adalah bagaimana pendukung memaknai kerja keras serta keberanian Jokowi, yang dalam kurun waktu kurang dari 4 tahun kepemimpinan mampu membangun Tol Trans Jawa dari Jakarta-Surabaya.

“Saya menyampaikan seperti itu, artinya ada sebuah manfaat yang terasa dari tersambungnya tol Trans Jawa,” katanya.

Namun demikian, Hendi mengaku senang dengan respon masyarakat terhadap apa yang ditulis dalan pemberitaan media nasional.

Menurutnya, hal ini menjadi bukti bahwa sebenarnya masyarakat mengakui capaian prestasi pemerintahan Jokowi.

“Artinya 02 dan pendukungnya itu kan mengakui jalan tol manfaatnya besar untuk bangsa,” tegasnya. “Jadi suka tidak suka pak Jokowi semua pakai jalan tol kan? Gitu saja cukup, bisa dipahami sendiri-sendiri,” katanya lagi.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Ketua DPC PDIP Kota Semarang yang juga Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi sempat berkelakar soal Tol Trans Jawa. Dalam canda yang diungkapkannya pada persiapan penyambutan Jokowi di Kota Semarang, Hendrar mengatakan, bagi siapapun yang tidak memilih Paslon 01, maka tidak perlu menggunakan jalan tol. Pernyataan ini pun menuai kontroversi dan komentar netizen di media sosial.(ot/mj)