SEMARANG, Mediajateng.net, – Walikota Semarang Hendrar Prihadi memaparkan tentang perkembangan‎ kota yang dipimpinnya itu dihadapan tim juri Indonesia’s Attractiveness Award. Kota Semarang merupakan salah satu kota terbaik Indonesia kategori infrastruktur peraih Indonesia’s Attractiveness Award 2018.

Tahun 2019 ini, Kota Semarang kembali masuk dalam nominasi peraih penghargaan pada ajang yang sama tersebut. Bertempat di Ruang dan Tempo Coworking Space, Jakarta, Walikota Semarang memaparkan program kerjanya dihadapan para juri, diantaranya Bambang Harymurti (Tempo), ‎Handi Irawan (Frontier Consulting Group), Carunia Mulya Firdausy (LIPI), dan Martani Huseini (UI).

Dalam paparannya, Walikota Semarang yang akrab disapa Hendi tersebut menegaskan, jika Kota Semarang sekarang tak hanya membangun infrastruktur fisik.

“Pembangunan infrastruktur kami lakukan dalam konteks mengubah kegiatan ekonomi di Kota Semarang, dari industri ke perdagangan dan jasa,” jelas Hendi, Kamis (27/6).

“Untuk itu Kota Semarang mengupayakan peningkatan daya tarik kota, karena sektor wisata menjadi trigger kami untuk memacu aktifitas perdagangan dan jasa,” tambahnya.

Di sisi lain, Walikota Semarang tersebut juga meyakinkan komitmen Pemerintah Kota Semarang, yang selalu menjadikan kesejahteraan masyarakat sebagai visi pembangunan.

“Maka kami juga upayakan berbagai infrastruktur non fisik, diantaranya infrastruktur permodalan dan pengembangan UMKM, salah satunya melalui program Kredit Wibawa dengan bunga hanya 3% per tahun,” lanjut Wali Kota Semarang tersebut.

Salah satu juri, Handi Irawan dari Frontier Consulting Group mengamini upaya Hendi untuk tidak hanya membangun infrastruktur sebatas fisik.

“Infrastruktur memang tidak hanya fisik, infastruktur digital juga harus dibangun, tapi yang menjadi PR, apakah kemudian pembangunannya bisa sustain,” pungkas Handi.

Di sisi lain Carunia Mulya Firdausy perwakilan LIPI secara khusus mengapresiasi visi pengembangan kota yang dimiliki Hendi, dengan menggeser kegiatan ekonomi ke pariwisata.

“Pantas banyak yang ingin pindah ke Semarang,” selorohnya. (ot/mj)